Sabtu, 9 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Wisata Sumbawa

Inilah Alasan Bukit Mantar Dijuluki Negeri di Atas Awan

Bukit Mantar di Sumbawa Barat terkenal sebagai "Negeri di Atas Awan" dengan pemandangan sunrise yang memukau

Tayang:
Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM/ROZI ANWAR
WISATA SUMBAWA BARAT - Keindahan matahari terbenam di Bukit Mantar. Bukit Mantar di Sumbawa Barat terkenal sebagai "Negeri di Atas Awan" dengan pemandangan sunrise yang memukau dan hamparan lembah hijau yang luas. 
Ringkasan Berita:
  • Bukit Mantar di Sumbawa Barat terkenal sebagai "Negeri di Atas Awan" dengan pemandangan sunrise yang memukau.
  • Tempat ini merupakan spot paralayang terbaik yang diakui dan pernah menjadi lokasi ajang internasional.

TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA - Bukit Mantar di Desa Mantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dikenal luas sebagai "Negeri di Atas Awan" karena keindahan alamnya yang memukau.

Daya tarik utama bukit berketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut ini terletak pada pemandangan matahari terbit (sunrise) yang luar biasa, di mana hamparan awan putih berbalut cahaya jingga menyelimuti puncak bukit.

Setelah awan menghilang, pesona Mantar berlanjut dengan suguhan hamparan lembah hijau yang luas, memungkinkan pengunjung melihat Pulau Lombok dengan megahnya Gunung Rinjani di kejauhan, serta lautan dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Selain keindahan sunrise dan pemandangan lembah, Bukit Mantar telah menjadi destinasi unggulan untuk olahraga paralayang.

Lokasinya yang strategis telah diakui secara internasional, bahkan sempat menjadi tuan rumah ajang Mantar Paragliding XC Open yang mempertemukan atlet dari berbagai negara.

Bagi wisatawan yang tertarik, Kelompok Sadar Wisata setempat menyediakan penyewaan alat dan pendampingan tandem paralayang dengan biaya sekitar Rp500.000 untuk 15 menit terbang.

Bukit ini juga menawarkan pemandangan matahari terbenam (sunset) yang tak kalah indah, menjadikannya lokasi ideal untuk berkemah dan menikmati suasana malam sambil melihat bintang.

Keunikan Mantar juga didukung oleh fakta bahwa desa ini pernah menjadi lokasi syuting film Serdadu Kumbang.

Untuk mencapai destinasi ini, pengunjung dapat melakukan perjalanan sekitar satu jam (27 KM) dari Pelabuhan Poto Tano menuju Desa Mantar menggunakan kendaraan pribadi atau sewa, karena belum tersedia layanan ojek online.

Jalur pendakian (soft trekking) menuju puncak tergolong mudah dan dibuka 24 jam, meskipun dapat ditutup saat cuaca buruk.

Pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk (Gratis), namun ada biaya parkir (Rp10.000/motor dan Rp20.000/mobil).

Meskipun fasilitas di puncak masih minimal, telah tersedia area parkir, camping ground, spot foto, hingga lapangan paralayang untuk menunjang aktivitas wisatawan.

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved