Kamis, 21 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Presiden Prabowo Sebut Tingkat Keberhasilan Program MBG 99 Persen

Prabowo menjelaskan bahwa program MBG yang telah berjalan tepat satu tahun lalu telah menjangkau 55 juta penerima manfaat

Tayang:
Tribunnews/Jeprima
PROGRAM MBG - Sejumlah siswa menikmati makanan makan bergizi gratis (MBG) di SDN 03 Jati Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (7/5/2025). Prabowo menjelaskan bahwa program MBG yang telah berjalan tepat satu tahun lalu telah menjangkau 55 juta penerima manfaat. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis.

Dia menekankan bahwa MBG dilandasi kepedulian negara terhadap kondisi gizi anak-anak Indonesia. 

Prabowo mengungkap bahwa berbagai kajian menunjukkan persentase anak Indonesia mengalami kekurangan gizi mencapai lebih dari 20 hingga 30 persen.

“Itu yang jelas dikatakan malnutrisi, stunting, badannya sangat lemah, pertumbuhannya tidak normal. Kemudian ternyata puluhan juta anak-anak Indonesia berangkat sekolah tanpa makan pagi. Banyak juga makan mereka hanya nasi dengan daun-daun,” kata Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor dalam Taklimat Awal Tahun, Selasa (6/1/2026) dikutip dari laman resmi Setpres.

Menurut dia, kondisi tersebut menuntut kehadiran negara untuk melakukan intervensi langsung dan terukur demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa melalui program MBG. 

Prabowo menjelaskan bahwa program MBG yang telah berjalan tepat satu tahun lalu telah berhasil menjangkau 55 juta penerima manfaat.

Per 6 Januari 2026, 55 juta penerima manfaat telah menerima MBG. 

Baca juga: 19.188 SPPG Beroperasi di Tahun 2026, Layani 55,1 Juta Penerima MBG

"55 juta, 55 juta anak-anak Indonesia menerima makan tiap hari dan termasuk ibu-ibu hamil. Ini sesuatu yang membanggakan juga,” ucapnya.

Presiden tidak menutup mata terhadap kekurangan dan potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG. 

Berdasarkan evaluasi objektif tingkat keberhasilan MBG mencapai angka 99 persen.

“Dengan kekurangan 0,00 sekian itu pun bagi kita sesuatu yang harus kita atasi, dan Alhamdulillah kita sudah mengatasi, dan kita sedang atasi terus. 

Langkah demi langkah, pengawasan demi pengawasan, langkah-langkah pengamanan terus kita lakukan. Tapi intinya adalah bahwa kita intervensi,” katanya.

Dia menegaskan bahwa pemimpin yang bertanggung jawab harus bekerja keras untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan. 

Seluruh jajaran pemerintahan diajak untuk tetap yakin berada di jalan yang benar dalam memberantas kemiskinan dan menghilangkan kelaparan.

“Kita buktikan. Kalau niat kita bersih, niat kita tidak mencuri uang rakyat, kita berbuat untuk kepentingan rakyat, kepentingan bangsa kita, keselamatan bangsa kita, kita tidak perlu ragu-ragu, kita tidak perlu sedikitpun gentar,” tandasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved