Seleksi Sekda NTB
Optimalkan Jaringan Internasional, Saufi Siap Jadi 'Dirigen' Birokrasi NTB
Ahmad Saufi yakin dengan pengalaman internasional yang dimiliki ia bisa menjadi dirigen birokrasi NTB.
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Sirtupillaili
Ringkasan Berita:
- Ahmad Saufi lahir di Kota Mataram, 2 Januari 1971.
- Mengawali karier sebagai atase Pendidikan dan Kebudayaan, di KBRI Berlin, Jerman.
- Saat ini menjabat Asisten Deputi Pemberdayaan dan Peningkatan Prestasi Bangsa, Kemenko PMK.
TRIBUNLOBOK.COM, MATARAM – Bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kian menghangat.
Hadirnya sosok-sosok pejabat kementerian yang kerap dijuluki "pejabat impor" membuat persaingan makin kompetitif.
Salah satunya, Ahmad Saufi, pejabat kelahiran Mataram yang mengawali karier sebagai atase di KBRI Berlin, Jerman.
Kepada Tribun Lombok, Ahmad Suafi memaparkan visinya untuk membawa birokrasi NTB ke kancah global melalui transformasi yang harmonis.
Ia menegaskan bahwa peran sekda bukan sekadar jabatan administratif, melainkan instrumen vital untuk menyukseskan visi pimpinan daerah.
Dirigen Birokrasi dan Misi Sapta Cipta
Ahmad Suafi memandang posisi sekda sebagai pembantu gubernur yang harus mampu menjadi "dirigen" bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ia membawa gagasan transformasi birokrasi yang harmoni untuk memastikan seluruh program kerja selaras dan terukur.
"Sekda harus menjadi dirigen seluruh OPD dalam mencapai visi gubernur, yaitu NTB Makmur Mendunia, melalui implementasi misi Sapta Cipta," ujar Saufi.
Dengan pengalaman bertugas di luar negeri dan kementerin, Ia berkomitmen mengoptimalkan seluruh pengalaman serta jejaring yang dimilikinya untuk menyelesaikan isu-isu strategis di NTB.
"Semua pengalaman serta jejaring nasional dan internasional akan kita optimalkan untuk pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, serta NTB sebagai destinasi dunia," tegas Ahmad Saufi.
Baca juga: Rekam Jejak Calon Sekda NTB, Siapa Paling Layak Jadi Tangan Kanan Gubernur?
Fokus utama kerja-kerja tersebut mencakup tiga agenda utama gubernur saat ini, yakni:
1. Pengentasan Kemiskinan: Mempercepat penurunan angka kemiskinan melalui program yang tepat sasaran.
2. Ketahanan Pangan: Memperkuat posisi NTB sebagai lumbung pangan nasional.
3. Destinasi Dunia: Memantapkan branding NTB sebagai tujuan wisata dan investasi global.
Percaya pada Proses Seleksi
Menanggapi peluangnya dalam seleksi ini, Saufi tetap rendah hati namun optimis. Baginya, setiap kandidat yang muncul adalah putra-putri terbaik daerah yang memiliki peluang yang sama.
"Sebagai orang beragama, kita harus optimis bila sudah berniat, berikhtiar, dan berdoa. Tawakkal kepada-Nya atas hasil akhir," ungkapnya dengan tenang.
Terkait proses seleksi yang sedang berlangsung, Ahmad Suafi memberikan apresiasi kepada Panitia Seleksi (Pansel). Ia menilai proses sejauh ini berjalan profesional dan transparan.
"Sejauh ini panitia seleksi sudah memfasilitasi semua peserta dengan baik. Saya percaya panitia akan memilih putra terbaik sebagai Sekda demi NTB yang semakin baik," pungkasnya.
Profil Ahmad Saufi
Ahmad Saufi yang saat ini menjabat Asisten Deputi Pemberdayaan dan Peningkatan Prestasi Bangsa, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Ahmad Saufi memiliki latar belakang yang mirip dengan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Ia memiliki pengalaman internasional dan karier di kementerian luar negeri.
Meski berkiprah di pemerintah pusat, Ahmad Saufi merupakan putra asli NTB. Ia lahir di Kota Mataram 2 Januari 1971.
Saufi berhasil menamatkan pendidikan Biologi di Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 1995, kemudian mengambil gelar magister di University of South Wales Sydney (UNSW Sidney), Jurusan Biotechnology tahun 2000.
Sedangkan pendidikan S3-nya berhasil ditamatkan di Heinrich-Heini-Universitaet Duesseldroft German, Jurusan Biologi dengan predikat Cum Laude tahun 2007.
Saufi memulai karirnya dengan menjadi Atase Pendidikan dan Kebudayaan, di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin pada tahun 2016-2020.
Berbekal pengalaman dan ilmu yang sangat mumpuni, alumni IPB University ini dipercaya untuk menempati posisi sebagai Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Kemendikbud-Ristek sejak Juni 2020.
Dengan latar belakang yang hampir mirip dengan Gubernur Iqbal, Ia disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat dari luar Pemprov NTB.
| Pemprov NTB Tegaskan Sekda Abul Chair Tidak Pernah Mengklaim sebagai Cucu Gubernur Pertama |
|
|---|
| Target Abul Chair Usai Jabat Sekda NTB: Konsolidasi Birokrasi, Menyambung Kebijakan, Menjaga Fiskal |
|
|---|
| Abul Chair Resmi Nahkodai Birokrasi NTB, Gubernur Iqbal Optimistis Kinerja Melesat |
|
|---|
| Langkah Awal Abul Chair Usai Dilantik Jadi Sekda NTB |
|
|---|
| Sekda NTB Abul Chair Usung Filosofi KLM Dalam Mengelola Birokrasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Ahmad-Saufi-25.jpg)