Minggu, 31 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

UMP 2026

Perbandingan UMP NTB 2026 dengan KHL Perhitungan Kemnaker

Upah Minimum Provinsi (UMP) NTB 2026 naik 2,72 persen menjadi Rp2.672.931 dari sebelumnya Rp2.602.931

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
UMP 2026 - Karyawan menunjukkan lembaran mata uang Rupiah. Upah Minimum Provinsi (UMP) NTB 2026 naik 2,72 persen menjadi Rp2.672.931 dari sebelumnya Rp2.602.931. 
Ringkasan Berita:
  • Upah Minimum Provinsi (UMP) NTB 2026 naik 2,72 persen menjadi Rp2.672.931 dari sebelumnya Rp2.602.931.
  • Kebutuhan Hidup Layak (KHL) NTB berdasarkan perhitungan Kemnaker sebesar Rp3.410.833.

TRIBUNLOMBOK.COM - Upah Minimum Provinsi (UMP) Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026 telah ditetapkan. 

UMP NTB 2026 naik 2,72 persen menjadi Rp2.672.931.

UMP NTB 2025 sejumlah Rp2.602.931 sehingga besaran kenaikannya Rp70.000. 

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan kesepakatan besaran UMP ini telah disetujui dalam pertemuan tripartit bersama asosiasi pengusaha dan serikat pekerja.

Penetapan ini mempertimbangkan faktor kemampuan perusahaan dan dinamika ekonomi sesuai aturan yang berlaku, guna mengakomodasi kepentingan semua pihak.

Menurutnya besaran UMP ini bukanlah sekadar angka tetapi pada penerapannya.

Baca juga: UMP NTB 2026 Naik Menjadi Rp2.672.931, Gubernur Iqbal Tekankan Pengawasan

"Anggaran pengawasan untuk pelaksanaan pembayaran ini sudah diperbesar. Tak ada gunanya berapa pun angkanya jika tidak dibayarkan kepada pekerja," tegasnya, Senin (22/12/2025).

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Yustinus Habur, membenarkan pelanggaran terkait pembayaran UMP masih sering terjadi.

"KSPSI mendukung langkah Pemprov untuk memperkuat pengawasan agar hak pekerja terpenuhi, karena sanksi hukumnya jelas, baik perdata maupun pidana," sebutnya.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), I Gusti Lanang Patra, menilai kesepakatan besaran UMP ini telah memuaskan semua pihak.

Dari sisi pengusaha, ia menekankan pertumbuhan ekonomi dan peluang investasi tetap menjadi faktor penting yang harus dijaga bersama agar ekonomi daerah terus membaik.

"Kita semua berharap agar investasi di semua sektor bisa menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang semakin baik di tahun depan," ujarnya.

Standar KHL Versi Kemnaker

Meski naik 2,72 persen, UMP NTB 2026 masih belum mendekatan Kebutuhan Hidup Layak (KHL). 

KHL merupakan angka pendapatan ideal dengan pertimbangan komponen konsumsi makanan, kesehatan dan pendidikan, kebutuhan pokok lain, dan perumahan/tempat tinggal sesuai dengan standar International Labour Organization (ILO).

Kemnaker menghitung KHL per provinsi di seluruh Indonesia. 

Hasilnya, KHL NTB berada di posisi enam terbawah dengan Rp3.410.833.

Dibandingkan dengan UMP NTB 2026, maka masih ada selisih Rp737.902 atau setara 21,63 persen. 

Simak berikut ini daftar KHL seluruh provinsi di Indonesia dari yang terbesar hingga terkecil menurut perhitungan Kemnaker.

1    DKI Jakarta Rp5.898.511
2    Kalimantan Timur Rp5.735.353
3    Kepulauan Riau Rp5.717.082
4    Papua Rp5.314.281
5    Papua Selatan Rp5.314.281
6    Papua Tengah Rp5.314.281
7    Papua Pegunungan Rp5.314.281
8    Bali Rp5.253.107
9    Papua Barat Rp5.246.172
10    Papua Barat Daya Rp5.246.172
11    Kalimantan Utara Rp4.968.935
12    Kepulauan Bangka Belitung Rp4.714.805
13    DI Yogyakarta Rp4.604.982
14    Maluku Utara Rp4.431.339
15    Banten    Rp4.295.985
16    Kalimantan Tengah    Rp4.279.888
17    Maluku    Rp4.168.498
18    Riau Rp4.158.948
19    Jawa Barat    Rp4.122.871
20    Kalimantan Selatan Rp4.112.552
21    Kalimantan Barat Rp4.083.420
22    Sumatera Barat Rp4.076.173
23    Jambi Rp3.931.596
24    Sulawesi Utara Rp3.864.224
25    Bengkulu Rp3.714.932
26    Sulawesi Selatan Rp3.670.085
27    Aceh Rp3.654.466
28    Sulawesi Tenggara Rp3.645.086
29    Sumatera Utara Rp3.599.803
30    Jawa Timur Rp3.575.938
31    Sulawesi Tengah Rp3.546.013
32    Jawa Tengah Rp3.512.997
33    Nusa Tenggara Barat Rp3.410.833
34    Gorontalo Rp3.398.395
35    Lampung Rp3.343.494
36    Sumatera Selatan Rp3.299.907
37    Sulawesi Barat Rp3.091.442
38    Nusa Tenggara Timur Rp3.054.508

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved