Selasa, 19 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Misteri 'Gunung Menangis' Terungkap, ESDM NTB: Warga Tak Perlu Panik!

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB menyebut ini sebagai fenomena alam dan warga tidak perlu cemas.

Tayang:
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Sirtupillaili
TRIBUNLOMBOK.COM/Dzul Fikri
FENOMENA ALAM - Nikan Arumdati, Sekretaris Dinas ESDM Provinsi NTB menjelaskan terkait fenomena alam di kawasan Sembalun, Lombok Timur. 

Ringkasan Berita:
  • Badan Geologi menyebut fenomena itu sebagai proses alamiah
  • Perbukitan Sembalun tersusun oleh breksi vulkanik dan lava sehingga air hujan tidak terserap optimal
  • Dinas ESDM NTB imbau warga tidak panik.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Fenomena munculnya 'air terjun dadakan' atau juga disebut warga sebagai 'gunung menangis' di kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur tuai perdebatan di tengah masyarakat.

Terkait hal ini, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB akhirnya mengeluarkan penjelasan resmi terkait hasil kajian dan penjelasan Badan Geologi, Kementerian ESDM Republik Indonesia .

Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, Niken Arumdati menjelaskan, berdasarkan data dan analisis Badan Geologi, fenomena tersebut merupakan proses alamiah yang terjadi akibat curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut. 

"Kondisi ini menyebabkan peningkatan limpasan permukaan (runoff) pada lereng-lereng perbukitan di wilayah Sembalun, khususnya di sekitar Desa Sembalun Bumbung," kata Niken, dalam keterangan tertulisnya pada Tribun Lombok, Senin (15/12/2025).

Secara geologi, perbukitan di kawasan Sembalun tersusun oleh breksi vulkanik dan lava yang relatif kedap air, sehingga air hujan tidak terserap secara optimal ke dalam tanah. 

Akibatnya, air mengalir di permukaan mengikuti alur-alur alami berupa sungai atau cekungan intermiten. Pada saat debit meningkat tampak sebagai air terjun yang muncul secara sementara. 

"Fenomena ini akan berangsur menghilang setelah intensitas hujan menurun," katanya.

Baca juga: Muncul Air Terjun Dadakan di Sembalun Usai Hujan Lebat, Warga Sebut Gunung Menangis

Badan Geologi Kementerian ESDM RI menegaskan bahwa fenomena ini tidak terkait dengan aktivitas kegunungapian maupun kejadian geologi berbahaya lainnya, sehingga masyarakat tidak perlu panik. 

Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan lebat, khususnya di area lereng curam dan tebing, karena potensi bahaya yang mungkin timbul adalah jalan licin serta material tanah atau batuan yang terbawa aliran air.

Sementara itu, Dinas ESDM Provinsi NTB akan terus berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian ESDM, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya untuk melakukan pemantauan dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Warga panik karena sungai meluap

lihat fotoMUNCUL TIBA - Tangkapan layar video air terjun dadakan di Sembalun, Lombok Timur usai hujan deras, Senin (8/12/2025). Aliran air dari bukit tersebut mengagetkan warga karena tidak ada aliran sugai di bukit tersebut.
MUNCUL DADAKAN - Tangkapan layar video air terjun dadakan di Sembalun, Lombok Timur usai hujan deras, Senin (8/12/2025). Aliran air dari bukit tersebut mengagetkan warga karena tidak ada aliran sugai di bukit tersebut.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Sembalun dihebohkan dengan munculnya air yang turun dari sela-sela bukit di kawasan tersebut. Sehingga dari kejauhan tampak seperti air terjun.
 
Tampak air mengalir dengan deras dari perbukitan meskipun bukan jalur sungai.

Ketua Komunitas Pemerhati Lingkungan Hidup (KPLH) Sembapala Sembalun, Rijalul Fikri, menyebutkan, fenomena bermunculannya air terjun dadakan tersebut membuat warga sekitar menjadi panik dan khawatir. 

"Kita paniklah kalau begini keadaannya, karena ada trauma masa lalu juga ketika banjir besar yang sampai menelan jiwa, merusak perumahan dan persawahan warga terutama masyarakat yang tinggal dipinggiran sungai itu," kata Rijal saat dihubungi pada Selasa (9/12/2025). 

Rijal menceritakan, fenomena air terjun dadakan bukanlah hal yang baru, namun baru kali ini kemunculan lebih banyak dari sebelumnya disertai debit yang deras.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved