Berita Lombok Timur
Lombok Timur Targetkan 234 Kampung Iklim pada 2030, Siagakan Semua Desa Hadapi Perubahan Iklim
Lombok Timur menargetkan pembentukan 234 Kampung Iklim sebagai upaya menghadapi dampak perubahan iklim.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Laelatunniam
Ringkasan Berita:
- Lombok Timur menargetkan pembentukan 234 Kampung Iklim sebagai upaya menghadapi dampak perubahan iklim dan menjadi daerah paling progresif dengan 90 ProKlim aktif di NTB.
- DLH menggencarkan kolaborasi lintas sektor dengan NGO, akademisi, OPD, dan komunitas untuk memperkuat adaptasi dan mitigasi di seluruh desa.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR – Dampak perubahan iklim kini semakin dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari peningkatan suhu, perubahan pola hujan, hingga bencana banjir dan kekeringan.
Menyikapi kondisi ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggagas Program Kampung Iklim (ProKlim), sebagai gerakan nasional untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim.
Di Kabupaten Lombok Timur, program ini menjadi salah satu prioritas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menargetkan pembentukan 234 Kampung Iklim, disesuaikan dengan jumlah 239 desa dan 15 kelurahan di wilayah ini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Timur, Pathurahman, menegaskan implementasi ProKlim merupakan langkah strategis untuk melindungi masyarakat dari ancaman iklim ekstrem yang semakin intens.
“Perubahan iklim bukan isu global semata, dampaknya sudah dirasakan hingga tingkat dusun. Karena itu, kami mendorong setiap desa memiliki satu Kampung Iklim sebagai garda terdepan adaptasi dan mitigasi,” ujar Pathurahman.
Hingga saat ini, Lombok Timur tercatat sebagai daerah paling progresif dalam pengembangan ProKlim di Provinsi NTB.
Dari total 175 Kampung Iklim di NTB, sebanyak 90 di antaranya berada di Lombok Timur. Kabupaten ini bahkan meraih 4 dari 5 penghargaan ProKlim Lestari tingkat provinsi.
Pathurahman menyebut prestasi tersebut sebagai bukti komitmen kuat pemerintah daerah dan masyarakat.
“Ini capaian kolektif. Kami ingin menjadikan Lombok Timur sebagai contoh nasional dalam pengembangan desa tangguh iklim,” tegasnya.
Untuk mengejar target tahun 2030, DLH Lombok Timur menggencarkan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan OPD terkait, NGO seperti LPSDM, Gema Alam, Islamic Relief, Konsepsi, organisasi perempuan, akademisi dari Universitas Hamzanwadi dan Universitas Gunung Rinjani, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, KPH Rinjani Timur, hingga komunitas pecinta alam.
“Kampung Iklim bukan hanya program pemerintah. Ini gerakan bersama. Tanpa sinergi masyarakat, akademisi, NGO, dan pemerintah, tujuan besar ini tidak mungkin tercapai,” jelasnya.
Melalui ProKlim, DLH fokus pada peningkatan pemahaman masyarakat tentang dampak perubahan iklim, pengelolaan sampah rumah tangga, konservasi air, penghijauan, serta berbagai aksi adaptasi lainnya.
Sosialisasi terus digencarkan agar desa memiliki kapasitas memadai untuk membangun ketahanan iklim secara berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat bukan hanya tahu bahaya perubahan iklim, tetapi benar-benar siap menghadapinya dengan tindakan nyata,” kata Pathurahman.
| Stok Hewan Kurban di Lombok Timur Dipastikan Aman Jelang Iduladha |
|
|---|
| Jembatan Ambruk Masbagik-Pringgasela Dibangun Lagi, Progres Capai 40 Persen |
|
|---|
| Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Waduk Pengempal Gomboh Lombok Timur |
|
|---|
| Kepala Sekolah di Lombok Timur Ungkap Menu MBG yang Disantap Siswa Sebelum Dilarikan ke Puskesmas |
|
|---|
| Lombok Timur Raih Posisi Kedua Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi se-NTB |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Bupati-Lombok-Timur-H-Haerul-Warisin-saat-mengecek-jembatan-penghubung-Desa-Teko-Apitaik.jpg)