Senin, 8 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Sistem 'Kapan Saja Bisa Masuk dan Lulus' Sekolah Rakyat

Kemensos merancang regulasi keluar-masuk kelas yang adaptif terhadap kondisi psikologis dan bakat siswa.

Tayang:
TRIBUNLOMBOK.COM/ ROBBY FIRMANSYAH
SEKOLAH RAKYAT - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudoyono saat menyapa siswa di Sekolah Rakyat Sentra Paramita Mataram, Senin (28/7/2025). Kemensos merancang regulasi keluar-masuk kelas yang adaptif terhadap kondisi psikologis dan bakat siswa. 
Ringkasan Berita:
  • Kemensos merancang regulasi keluar-masuk kelas yang adaptif terhadap kondisi psikologis dan bakat siswa.
  • Sejak digulirkan pertama kali pada 14 Juli 2025 di 166 titik di seluruh Indonesia, pertumbuhan siswa merangkak naik.

TRIBUNLOMBOK.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) membeberkan konsep operasional Sekolah Rakyat yang berbeda total dengan kurikulum konvensional. 

Mengandalkan basis intervensi data kemiskinan ekstrem, sekolah berasrama ini menerapkan sistem akademik fleksibel berupa multi-entry dan multi-exit.

Tujuannya untuk mengeliminasi buta aksara pada anak-anak prasejahtera yang selama ini tidak mendapatkan kesempatan belajar di sistem pendidikan formal.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggarisbawahi bahwa target utama Sekolah Rakyat bukanlah mencari bibit unggul akademis sejak dini, melainkan menyelamatkan remaja usia produktif yang tertinggal jauh akibat himpitan ekonomi. 

Salah satu tantangan terbesar lapangan adalah mendidik anak usia belasan tahun yang bahkan belum menguasai kemampuan dasar membaca dan menulis (calistung).

Baca juga: Cara Daftar PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026: 3.053 Formasi, Pendaftaran Dibuka 8–14 Juni

Model kurikulum sekolah reguler tidak dapat menampung kasus seperti ini sehingga Kemensos merancang regulasi keluar-masuk kelas yang adaptif terhadap kondisi psikologis dan bakat siswa.

“Di Sekolah Rakyat memang multi-entry, multi-exit. Kapan saja bisa masuk, kapan saja bisa lulus. Ada pendampingan khusus, ada percepatan, sesuai dengan talent-nya, sesuai minat dan bakatnya. Ini sebagai contoh bagaimana anak-anak diafirmasi oleh Bapak Presiden, diberi kesempatan. Dari yang tidak bisa membaca, belum bisa menulis, di usia 15 tahun dibimbing, didampingi, ya seperti ini,” urai Gus Ipul saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat di SRMA 5 Jambi, Jumat (5/6/2026).

Target 400 Ribu Siswa di 2029

Untuk memastikan program ini tidak sekadar menjadi proyek percontohan, Kemensos menerapkan perluasan jangkauan secara masif dan terukur. 

Sejak digulirkan pertama kali pada 14 Juli 2025 di 166 titik di seluruh Indonesia, pertumbuhan siswa merangkak naik.

“Sekarang siswa Sekolah Rakyat hampir 15 ribu seluruh Indonesia. Tahun ini kita terima 32 ribu. Berarti tahun ini sudah ada 45 ribu siswa Sekolah Rakyat. Tahun depan 100 ribu lebih, dan tahun 2029 insyaallah sudah lebih dari 400 ribu siswa,” paparnya.

Akselerasi kuota yang masif ini bertumpu penuh pada validasi data kemiskinan makro agar tidak salah sasaran.

“Keluarga-keluarga tidak mampu di mana putra-putrinya diberi kesempatan untuk memperoleh pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas. Sekolah rakyat, sekolah berasrama, dididik selama 24 jam, disertai dengan fasilitas-fasilitas yang mendukung,” pungkas Gus Ipul.

Melalui sistem asrama penuh ini, Kemensos membiayai sekolah hingga merekayasa lingkungan sosial anak selama 24 jam penuh untuk memutus rantai kemiskinan struktural dari tingkat keluarga.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved