Potensi Pesisir Mataram
Lurah Bintaro Ajak Generasi Muda Ambil Peran Aktif Tata Kawasan Pesisir
Bintaro memiliki potensi wisata yang beragam, mulai dari wisata pantai dan kuliner di Pantai Meninting hingga wisata religi dan sejarah.
Ringkasan Berita:
- Kelurahan Bintaro mendorong generasi muda seperti Karang Taruna dan remaja masjid untuk aktif mengembangkan kawasan pesisir agar tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerahnya sendiri.
- Bintaro memiliki potensi wisata yang beragam, mulai dari wisata pantai dan kuliner di Pantai Meninting hingga wisata religi dan sejarah yang menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara.
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pemerintah Kelurahan Bintaro, Kota Mataram, terus berupaya mematangkan konsep penataan kawasan pesisir agar menjadi destinasi wisata yang mandiri.
Selain mengandalkan rencana pembangunan fisik, Lurah Bintaro, Rudy Herlambang, menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan penataan wilayah ini berada di tangan generasi muda setempat.
Rudy secara khusus meminta jajaran Karang Taruna, remaja masjid, dan komunitas pemuda di Bintaro untuk tidak bersikap pasif dalam mengawal perkembangan wilayahnya.
Ia berharap pemuda setempat tidak sekadar menjadi penonton saat wilayah pesisir mereka mulai berkembang dan mendatangkan keuntungan ekonomi.
"Kalau bukan kalian yang menggarap wilayah kalian, siapa lagi? Jangan sampai kita menjadi penonton di daerah kita sendiri. Lebih baik menggarap dari nol, tujuannya apa? Jadi kalian tahu fondasi itu," tegas Rudy.
Sebagai bentuk komitmen dalam membentuk mentalitas penggerak pada pemuda, Rudy mengungkapkan bahwa pihak kelurahan telah mengajak pengurus Karang Taruna Kelurahan Bintaro untuk melakukan studi banding ke kawasan hutan mangrove di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.
Melalui studi banding tersebut, para pemuda melihat langsung bagaimana sebuah kawasan yang dulunya merupakan tempat pembuangan sampah, dapat disulap menjadi destinasi wisata besar yang menghasilkan pendapatan mandiri melalui bantuan kementerian terkait.
Lebih lanjut, potensi pariwisata yang dimiliki Kelurahan Bintaro tergolong sangat kompleks. Kawasan Pantai Meninting yang selalu ramai dikunjungi warga setiap sore, saat ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sentra kuliner terpadu guna menggantikan lapak-lapak liar terbuat dari bedek yang kini menjamur di sepanjang pantai.
Rencana pengembangan wisata kuliner ini akan difokuskan setelah proyek strategis nasional, Kampung Nelayan Merah Putih, resmi diresmikan agar tidak mengganggu jalannya proyek.
Selain wisata pantai dan kuliner, Kelurahan Bintaro juga menyimpan potensi wisata religi dan sejarah yang kuat.
Wilayah ini kerap menjadi tujuan utama wisatawan asing yang turun dari kapal pesiar di Pelabuhan Gili Mas untuk mengunjungi vihara serta kompleks pemakaman etnis Tionghoa yang berada di dalam wilayah administratif Bintaro.
Tak hanya itu, Makam Bintaro juga selalu dipadati peziarah dari luar kota setiap musim liburan hingga kerap menimbulkan kemacetan di jalur utama.
Potensi kunjungan wisata religi ini dinilai Rudy dapat menjadi alternatif mata pencaharian yang kokoh bagi para nelayan setempat saat terkendala cuaca buruk dan tidak bisa melaut.
Nelayan dapat diberdayakan untuk mengelola sektor jasa parkir, menjaga kebersihan kawasan makam, hingga menjual produk-produk olahan ikan hasil UMKM di sekitar lokasi wisata.
Namun, untuk mewujudkan kawasan wisata yang ramah bagi pengunjung, Rudy mengingatkan tantangan terbesar yang harus segera dibenahi bersama, yaitu masalah kebersihan lingkungan dan kesadaran menjaga fasilitas umum (fasum).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Topat-di-Pantai-Bintaro.jpg)