Minggu, 31 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Kemenhub Tutup 172 Perlintasan Sebidang Berisiko

Dari total 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia, saat ini terdiri dari 2.771 perlintasan terdaftar dan 903 perlintasan tidak terdaftar

Tayang:
Tribunnews.com/TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
GERBONG WANITA - Penumpang berada di gerbong khusus wanita kereta rel listrik (KRL) Commuterline Jabodetabek saat menunggu keberangkatan di Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Dari total 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia, saat ini terdiri dari 2.771 perlintasan terdaftar dan 903 perlintasan tidak terdaftar. 

Ringkasan Berita:
  • Dari total 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia, saat ini terdiri dari 2.771 perlintasan terdaftar dan 903 perlintasan tidak terdaftar.
  • 172 perlintasan direkomendasikan untuk ditutup permanen karena lebar jalannya kurang dari dua meter atau terlalu sempit untuk dioperasikan secara aman dalam kondisi apapun.

TRIBUNLOMBOK.COM — Kementerian Perhubungan memaparkan serangkaian langkah evaluasi dan penguatan keselamatan perkeretaapian nasional yang mencakup investasi ratusan miliar hingga triliunan rupiah, penutupan ratusan perlintasan sebidang berisiko tinggi, dan pembangunan infrastruktur baru di kawasan terdampak.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan paparan tersebut dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Kamis (21/5/2026).

Kementerian Perhubungan memandang bahwa keselamatan perkeretaapian harus terus diperkuat melalui evaluasi menyeluruh.

"Evaluasi itu mencakup aspek operasional, kondisi prasarana, kelaikan sarana, sistem persinyalan, prosedur darurat, kompetensi SDM, manajemen risiko, pengawasan perlintasan sebidang, serta koordinasi dengan pemangku kepentingan di luar sektor perkeretaapian," ujar Dudy.

Baca juga: Pilihan Transportasi Favorit Pemudik Lebaran 2026: Kereta Api Paling Favorit, Disusul Pesawat

Rp4 Triliun untuk Flyover Bekasi

Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi sebagai solusi jangka panjang atas persoalan kepadatan lalu lintas dan keselamatan di kawasan yang menjadi lokasi kecelakaan. 

Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk mendukung peningkatan keselamatan dan pembangunan infrastruktur perlintasan.

Keputusan itu diambil mengingat tingginya kepadatan lalu lintas Bekasi dan besarnya peran transportasi kereta api bagi mobilitas masyarakat di kawasan penyangga ibu kota.

172 Perlintasan Ditutup

Pada 5 Mei 2026, Kemenhub bersama PT KAI, Danantara, BP BUMN, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, dan KNKT telah melaksanakan Kick Off Penanganan Perlintasan Sebidang.

Dari total 3.674 perlintasan sebidang yang ada di Indonesia, saat ini terdiri dari 2.771 perlintasan terdaftar dan 903 perlintasan tidak terdaftar.

Evaluasi mengidentifikasi dua kelompok yang membutuhkan tindakan segera:

172 perlintasan direkomendasikan untuk ditutup permanen karena lebar jalannya kurang dari dua meter atau terlalu sempit untuk dioperasikan secara aman dalam kondisi apapun.

1.638 lokasi prioritas memerlukan peningkatan keselamatan yang mencakup penyediaan petugas penjaga, pembangunan pos jaga, fasilitas pendukung, alat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.

Untuk program peningkatan 1.638 lokasi prioritas tersebut, total investasi yang dialokasikan adalah Rp842,48 miliar, dengan rincian:

  • Rp603,9 miliar untuk kebutuhan petugas penjaga perlintasan
  • Rp158,1 miliar untuk pembangunan pos jaga
  • Rp60,9 miliar untuk fasilitas pendukung mekanikal dan elektrikal

Tren Kecelakaan Perlintasan Menurun

Kemenhub memaparkan data tren kecelakaan di perlintasan sebidang yang menunjukkan arah positif dalam tiga tahun terakhir:

  • 2024: 337 kejadian
  • 2025: 291 kejadian
  • Hingga 1 Mei 2026: 102 kejadian

Dudy menegaskan bahwa capaian itu belum cukup dan upaya perbaikan harus terus diperkuat tanpa pengurangan komitmen.

Investigasi KNKT Masih Berjalan

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved