Sabtu, 16 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita NTB

Operasional Seaplane Bendungan Batujai Tunggu Izin Pusat

Rencana operasional seaplane di Bendungan Batujai, Lombok Tengah, masih menunggu penyelesaian izin dari sejumlah kementerian.

Tayang:
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM/Robby Firmansyah
SEAPLANE - Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar, saat ditemui di Kantor Gubernur. Rencana pengoperasian seaplane atau pesawat amfibi di Bendungan Batujai, Kabupaten Lombok Tengah, masih berkutat pada urusan perizinan di tingkat kementerian. 
Ringkasan Berita:
  • Rencana operasional seaplane di Bendungan Batujai, Lombok Tengah, masih menunggu penyelesaian izin dari sejumlah kementerian, termasuk Kementerian PU dan Kementerian Perhubungan.
  • Pemprov NTB menargetkan seaplane bisa beroperasi paling lambat triwulan IV 2026 untuk mendukung konektivitas destinasi wisata seperti Gili Balu, Teluk Saleh, Satonda, Gili Tramena, dan Mandalika.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Rencana pengoperasian seaplane atau pesawat amfibi di Bendungan Batujai, Kabupaten Lombok Tengah, masih berkutat pada urusan perizinan di tingkat kementerian.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat (Dishub NTB), Ervan Anwar, mengatakan saat ini izin pemanfaatan bendungan tersebut masih diselesaikan di Kementerian Pekerjaan Umum.

"Izinnya ada di banyak kementerian, dokumen-dokumennya ya semua berproses," kata Ervan.

Sebelumnya, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menginginkan agar operasional seaplane ini bisa dimulai Juni 2026 mendatang. Namun, terkait target ini, Ervan mengatakan tergantung pada cepat atau lambatnya penyelesaian izin.

"Tergantung izinnya cepat atau enggak, kan? Karena ada izin-izin yang harus diselesaikan, dokumen-dokumen harus dipenuhi," jelasnya.

Pemerintah Provinsi NTB terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait izin tersebut, dengan harapan bisa cepat beroperasi guna meningkatkan konektivitas antar-destinasi wisata.

Selain Kementerian PU, urusan perizinan juga tengah bergulir di Kementerian Perhubungan. Sementara untuk pesawat yang akan beroperasi bekerja sama dengan PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN).

Ervan mengatakan paling lambat operasional seaplane ini akan dimulai pada triwulan IV tahun 2026.

Adapun tujuannya yakni Gili Balu, Kabupaten Sumbawa Barat; Teluk Saleh di Kabupaten Sumbawa; Satonda di Kabupaten Bima; Gili Tramena di Lombok Utara; dan Kawasan Mandalika.

Alasan memilih Bendungan Batujai untuk landasan seaplane ini agar lebih dekat dengan bandara. Sehingga ketika wisatawan datang ke Lombok dan ingin mengunjungi pulau-pulau tersebut, bisa langsung diantar menggunakan seaplane.

Baca juga: Rencana Seaplane Batujai Dimatangkan, Pemprov NTB Pastikan UMKM Lokal Ikut Terlibat

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved