Berita NTB
Waspada Abrasi dan Kerusakan Karang, Pengawasan Laut NTB Diperketat
Ancaman abrasi dan kerusakan ekosistem laut di Nusa Tenggara Barat terus terjadi sehingga pengawasan kawasan pesisir dan konservasi.
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Laelatunniam
Ringkasan Berita:
- Ancaman abrasi dan kerusakan ekosistem laut di Nusa Tenggara Barat terus terjadi sehingga pengawasan kawasan pesisir dan konservasi diperketat oleh pemerintah.
- Dinas Kelautan dan Perikanan NTB melalui Balai Sumber Daya Kelautan dan Perikanan rutin melakukan patroli mingguan serta edukasi masyarakat untuk menjaga terumbu karang dan kawasan konservasi.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Ancaman rusaknya ekosistem kelautan di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mengintai, mulai dari abrasi pantai hingga rusaknya habitat yang ada di dalam laut akibat aktivitas-aktivitas yang tidak memperhatikan dampak lingkungan di dalamnya.
Kepala Balai Sumber Daya Kelautan dan Perikanan pada Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan NTB), Abdul Wahab menjelaskan, pemerintah rutin melakukan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah mitigasi mencegah kerusakan ekosistem di laut.
Wahab juga mengatakan setiap minggunya rutin melakukan patroli untuk memantau aktivitas masyarakat di laut khususnya di kawasan konservasi, terutama kegiatan yang mengancam keberlangsungan hidup terumbu karang sebagai tempat berkembang biaknya keanekaragaman bahari.
"Kami di balai itu melakukan patroli, biasanya satu minggu sekali kita lakukan, untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat kita yang berada di sekitar wilayah konservasi itu," kata Wahab kepada TribunLombok.com, Senin (11/5/2026).
Secara umum kondisi kelautan di NTB masih dalam kondisi baik, hanya saja ada beberapa titik yang mengalami kerusakan terutama akibat abrasi. Wahab tidak merincikan luas pesisir NTB yang rusak akibat pengikisan air laut ini.
"Saya kira ada data (abrasi), kalau terkait data saya perlu melihat kembali biar tidak salah," kata Wahab.
Berdasarkan data forum ilmiah pengelolaan perikanan berkelanjutan (FIP2B), perairan laut NTB memiliki luas 29 ribu kilometer persegi yang kaya akan keanekaragaman hayati di antaranya ekosistem terumbu karang seluas 76.420 hektare.
Di dalamnya hidup 700 spesies ikan terumbu karang dan 69 genus karang keras, potensi ini memiliki nilai ekonomis pada sektor perikanan dan pariwisata. Sehingga pemerintah membentuk 17 kawasan konservasi di NTB.
Wahab mengatakan dalam menjaga kawasan pesisir laut NTB pemerintah tidak bisa sendiri, namun membutuhkan dukungan dari stakeholder terkait termasuk perusahaan negara dan masyarakat lokal.
Baca juga: PLN EPI Tanam 2.500 Bibit Pohon untuk Menjaga Pesisir Lombok
| Kapolri Mutasi Kapolda NTB, Irjen Kalingga Rendra Raharja Gantikan Edy Murbowo |
|
|---|
| Pemprov NTB Minta Data Penerima Bantuan RTLH 2026 Direvisi, Wajib di Kawasan Kumuh |
|
|---|
| Pemprov NTB Tetapkan Teluk Saleh sebagai Kawasan Konservasi Hiu Paus |
|
|---|
| Lahan Gili Tramena Disewakan Murah, Pemprov NTB Susun Standar Harga Sewa Baru |
|
|---|
| Pemkab Lombok Tengah Gandeng CSR Dukung 600 Siswa Memiliki Hambatan Belajar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Kepala-Balai-Sumber-Daya-Kelautan-dan-Perikanan-Dislutkan-NTB-Abdul-Wahab.jpg)