Jumat, 8 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Bunda Guru NTB Tekankan Ketahanan Mental Guru di Era Digital

Bunda Guru NTB menyatakan bahwa guru saat ini menghadapi beban berat karena harus bersaing dengan dunia digital dan budaya viral.

Tayang:
Editor: Laelatunniam
Biro Adpim NTB
PENDIDIK - Training ESQ 165 bagi para guru di Ruang Teater Ahmad Firdaus Sukmono, Universitas Islam Al-Azhar, Mataram, Rabu (6/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Bunda Guru NTB menyatakan bahwa guru saat ini menghadapi beban berat karena harus bersaing dengan dunia digital dan budaya viral yang memengaruhi otoritas serta pola pengasuhan di sekolah.
  • Melalui Training ESQ 165, para guru didorong untuk memperkuat ketahanan mental agar tidak ragu atau "setengah hati" dalam mendidik akibat ketakutan terhadap pengawasan masif media sosial.

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Ketua TP PKK sekaligus Bunda Guru Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, menegaskan bahwa pendidik di era digital menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Menurutnya, guru saat ini tidak hanya mengajar, tetapi juga membutuhkan ketahanan mental yang kuat untuk menghadapi dinamika zaman.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Training ESQ 165 bagi para guru di Ruang Teater Ahmad Firdaus Sukmono, Universitas Islam Al-Azhar, Mataram, Rabu (6/5/2026).

Dalam arahannya, Bunda Guru menyoroti perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya dampak digitalisasi dan budaya viral di media sosial yang turut memengaruhi proses belajar-mengajar.

“Para pendidik ini memiliki tugas yang dalam bayangan saya lebih berat daripada para pendidik di zaman saya kecil. Kenapa? Karena sekarang Bapak/Ibu bersaing dengan dunia digital, Bapak/Ibu bersaing dengan keviralan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung perubahan paradigma dalam pola pengasuhan dan pendidikan. Menurutnya, pendekatan disiplin yang dahulu dianggap wajar kini sering kali dipersepsikan berbeda, sehingga membuat sebagian guru menjadi lebih berhati-hati dalam mendidik.

“Banyak para pendidik sekarang agak setengah hati dalam melakukan pendidikan atau pola pengasuhan. Takut nanti kalau saya seperti ini salah, nanti divideoin. Itulah kenapa saya sangat antusias dengan kegiatan hari ini, karena di sinilah teman-teman pendidik akan mendapatkan peningkatan, penguatan, atau rasa kebersamaan sebagai sesama pendidik,” tambahnya.

Selain isu digitalisasi, Bunda Guru NTB menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan terhadap lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan generalisasi terhadap institusi pendidikan akibat kasus tertentu yang viral di media sosial.

Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan pendidikan di NTB, khususnya tingginya angka putus sekolah yang berdampak pada pernikahan anak.

“Proses pendidikan di NTB ini masih menantang. Salah satunya adalah masih banyak anak-anak yang putus sekolah, dan yang putus sekolah ini kemudian dinikahkan. Ternyata tidak sesimpel masalah perekonomian, banyak hal yang harus dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Koordinator Wilayah FKA-ESQ NTB, Sunarto Suwito, menyampaikan bahwa kegiatan Training ESQ 165 diikuti oleh guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, termasuk pendidik dari sekolah luar biasa (SLB) dan pondok pesantren di seluruh NTB.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para pendidik memiliki ketahanan mental, semangat kolaborasi, serta kapasitas yang lebih baik dalam menghadapi dinamika pendidikan di era digital, guna mencetak generasi unggul di Nusa Tenggara Barat.

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved