Kamis, 7 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

NTB Makmur Mendunia

Ekonomi NTB Melonjak: Ekspor dan Kunjungan Wisatawan Meningkat

Nilai ekspor NTB pada Maret 2026 melonjak hingga 9.162,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh sektor pertambangan.

Tayang:
Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM
LONJAKAN EKSPOR - Sekda NTB, Abul Chair. Nilai ekspor NTB pada Maret 2026 melonjak hingga 9.162,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh sektor pertambangan dan hilirisasi tembaga. 
Ringkasan Berita:
  • Nilai ekspor NTB pada Maret 2026 melonjak hingga 9.162,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh sektor pertambangan dan hilirisasi tembaga.
  • Kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik tumbuh signifikan seiring momentum libur Ramadan dan Idulfitri, yang turut memicu kenaikan penumpang angkutan udara hingga 44,58 persen.

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Kinerja ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren positif dengan lonjakan signifikan pada sektor ekspor, pertumbuhan kunjungan wisatawan, serta inflasi yang tetap terkendali.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, MM, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Senin (4/5/2026).

BPS mencatat, nilai ekspor NTB pada Maret 2026 mencapai US$ 567,57 juta, melonjak hingga 9.162,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif dari Januari hingga Maret 2026, ekspor NTB menembus angka US$ 707,92 juta. Lonjakan ini didorong oleh komoditas unggulan, terutama dari sektor pertambangan dan industri pengolahan tembaga.

“Peningkatan ekspor ini menjadi indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi NTB bergerak sangat progresif, khususnya pada sektor unggulan berbasis sumber daya alam dan hilirisasi industri,” jelas Wahyudin.

Di sektor pariwisata, NTB juga menunjukkan kinerja menggembirakan. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Bandara Internasional Lombok pada Maret 2026 tercatat 6.428 orang, meningkat 24,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 1,39 juta orang, tumbuh 34,64 persen secara bulanan.

Sejalan dengan itu, jumlah tamu hotel bintang dan nonbintang turut meningkat, masing-masing mencapai 87.816 orang dan 110.249 orang. Peningkatan ini didorong oleh momentum libur Ramadan dan Idulfitri yang mendorong mobilitas masyarakat.

Dari sisi transportasi, pergerakan penumpang juga mengalami lonjakan signifikan. Penumpang angkutan udara domestik meningkat hingga 44,58 persen, sementara angkutan laut naik hingga 39,84 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini mengindikasikan meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di NTB.

Sementara itu, inflasi NTB secara tahunan (year-on-year) pada April 2026 tercatat sebesar 3,27 persen, masih dalam kategori terkendali.

Bahkan secara bulanan terjadi deflasi sebesar 0,11 persen, yang dipengaruhi oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan sayuran akibat meningkatnya pasokan pasca panen.

“Inflasi NTB masih terjaga dengan baik, bahkan terjadi deflasi bulanan yang menunjukkan stabilitas harga di tengah peningkatan aktivitas ekonomi,” ungkap Wahyudin.

Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada April 2026 tercatat sebesar 128,00, yang menunjukkan bahwa daya beli petani secara umum masih berada pada level yang baik (di atas 100), meskipun mengalami penurunan tipis dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara keseluruhan, BPS menilai bahwa kinerja ekonomi NTB pada awal tahun 2026 menunjukkan sinyal positif, ditopang oleh kuatnya sektor ekspor, meningkatnya aktivitas pariwisata, serta stabilitas harga yang terjaga.

“Ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi NTB ke depan, dengan catatan perlu terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan daya beli masyarakat,” tutup Wahyudin.

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved