Harga BBM Subsidi Tetap Tapi BBM Nonsubsidi Naik, Kenapa?
Kondisi stok energi nasional saat ini masih berada di atas standar minimum, mencakup solar, bensin, maupun LPG
Ringkasan Berita:
- Kondisi stok energi nasional saat ini masih berada di atas standar minimum, mencakup solar, bensin, maupun LPG.
- Pemerintah berharap kepastian harga BBM subsidi dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi.
TRIBUNLOMBOK.COM — Di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku per 18 April 2026, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami penyesuaian hingga akhir tahun 2026.
Kebijakan ini disebut sebagai langkah perlindungan bagi masyarakat luas dari gejolak harga energi global.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, keputusan mempertahankan harga BBM subsidi merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, yang disampaikan usai kunjungan kenegaraan ke Rusia dan Prancis.
"Insyaallah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG. Insyaallah aman, dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun." tegas Bahlil di Istana Negara, Kamis (16/4/) dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM.
Bahlil menjelaskan bahwa kondisi stok energi nasional saat ini masih berada di atas standar minimum, mencakup solar, bensin, maupun LPG, sehingga kebijakan tersebut dianggap aman untuk dijalankan.
Baca juga: Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tidak Naik
Dari sisi fiskal, ruang anggaran negara dinilai masih memadai untuk menanggung beban subsidi.
Hal ini didukung oleh harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang masih jauh di bawah asumsi anggaran.
Bahlil menyebut rata-rata ICP sejak Januari hingga pertengahan April 2026 tidak melampaui angka 77 dolar AS per barel, sementara batas aman fiskal berada di kisaran 100 dolar AS per barel.
Konsumsi BBM dalam negeri yang mencapai 1,6 juta barel per hari belum sebanding dengan kapasitas produksi nasional yang baru menyentuh angka 600 hingga 610 ribu barel per hari, sehingga Indonesia masih bergantung pada impor sekitar 1 juta barel per hari.
Guna memperkuat ketahanan energi jangka panjang, pemerintah tengah menjajaki kerja sama dengan Rusia, mencakup investasi di sektor kilang minyak dan fasilitas penyimpanan energi.
Bahlil menyebut pembahasan tersebut masih dalam tahap finalisasi dan akan diumumkan setelah satu hingga dua putaran pertemuan lanjutan.
Pemerintah berharap kepastian harga BBM subsidi dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi, sekaligus menjaga daya beli di tengah ketidakpastian harga energi global yang masih berlanjut.
Perbandingan Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi
Kenaikan harga BBM nonsubsidi dipicu oleh lonjakan harga energi global yang berdampak dari konflik di kawasan Timur Tengah.
PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga tiga produk nonsubsidi andalannya, yakni:
- Pertamax Turbo dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter,
- Dexlite dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter,
- Pertamina Dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.
Berbeda dengan BBM bersubsidi, jenis BBM nonsubsidi memang ditetapkan berdasarkan mekanisme pasar tanpa intervensi anggaran negara, sehingga pergerakannya lebih rentan terhadap fluktuasi harga minyak dunia.
Di sisi lain, BBM bersubsidi tetap dipertahankan pada harga semula.
Pertalite masih dijual di angka Rp10.000 per liter dan solar Rp6.800 per liter.
Pertamina juga memilih tidak mengubah harga Pertamax yang bertahan di Rp12.300 per liter dan Pertamax Green 95 di Rp12.900 per liter.
(*)
| Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tidak Naik |
|
|---|
| Pertamina Pastikan Distribusi BBM Tetap Lancar Meski Ada Eksekusi Lahan SPBU di Lombok Utara |
|
|---|
| Pertamina Pastikan Stok LPG 3 Kg di Lombok Timur Aman, Tambah Pasokan hingga 59 Ribu Tabung |
|
|---|
| Pemkab Lombok Timur Respons Kelangkaan LPG 3 Kg, Minta Tambahan Pasokan dan Perketat Pengawasan |
|
|---|
| Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi LPG Nasional, STS Kalbut Jadi Urat Nadi Pasokan Energi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/SPBU-lob.jpg)