Pemerintah Optimistis Ekonomi Tetap Tumbuh 5,4 Persen
Pemerintah memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan resilien
Ringkasan Berita:
- Pemerintah memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan resilien.
- Pemerintah juga akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam merespons dinamika global.
TRIBUNLOMBOK.COM - Pemerintah terus mencermati perkembangan dinamika global yang ditandai dengan meningkatnya ketegangan geopolitik serta volatilitas pasar keuangan dunia di tengah konflik Israel dan Amerika Serikat dengan Iran.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan resilien, didukung oleh koordinasi kebijakan yang solid serta daya tahan ekonomi domestik yang terjaga.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyampaikan bahwa Pemerintah menghormati berbagai pandangan dari masyarakat sebagai bagian dari masukan dalam perumusan kebijakan.
Kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam posisi yang tetap kuat dan mampu menghadapi tekanan global.
Baca juga: Aktivitas Ekonomi Masyarakat Genjot Pertumbuhan Penerimaan Pajak Negara
“Kami menghormati berbagai pandangan dari masyarakat, perlu kami tambahkan bahwa Pemerintah memastikan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat dan resilian, ditopang oleh beberapa faktor utama,” ujar Haryo.
Haryo menjelaskan bahwa stabilitas makroekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,11 persen (yoy), relatif tinggi dibandingkan negara peers, sementara inflasi tetap berada dalam koridor sasaran 2,5±1 % .
Pemerintah terus menjaga stabilitas tersebut melalui pengendalian inflasi dan kebijakan stabilisasi harga.
Dari sisi permintaan domestik dan sektor riil, konsumsi masyarakat masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, didukung oleh berbagai stimulus fiskal dan program bantuan sosial.
Aktivitas manufaktur juga menunjukkan kinerja yang kuat dengan PMI sebesar 53,8 yang berada pada fase ekspansi dan menjadi yang tertinggi dalam dua tahun terakhir.
Ketahanan fiskal juga tetap terjaga dengan kinerja APBN yang solid.
Hingga Februari 2026, penerimaan pajak tumbuh sebesar 30,4 % (yoy), didukung oleh reformasi perpajakan dan implementasi digitalisasi melalui sistem coretax yang terus memperkuat basis penerimaan negara serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Selain itu, ketahanan pangan dan energi nasional semakin menguat.
Indonesia telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan utama serta mencatat surplus produksi energi melalui program biodiesel.
Kondisi ini menjadi bantalan penting dalam menghadapi gejolak global, termasuk dampak dari konflik geopolitik.
| Siswa Tetap Belajar di Sekolah Meski Ada Kebijakan Efisiensi |
|
|---|
| Arteri Energi Dunia Putus, Iran ‘Meresmikan’ Dimulainya Krisis Ekonomi Global |
|
|---|
| Indonesia Berpotensi Kehilangan 5.500 Wisatawan Per Hari Akibat Konflik Timur Tengah |
|
|---|
| Timur Tengah Bergejolak, Pemprov NTB Pastikan Distribusi BBM Masih Normal |
|
|---|
| Prabowo Undang Mantan Presiden dan Eks Menlu ke Istana: Bahas Konflik Timteng hingga BOP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Pedagang-tomat-di-Pasar-Mandalika-Bertais.jpg)