Kebakaran di Sumbawa
Kebakaran di Sumbawa, 36 Rumah Terdampak dan Satu Petugas Damkar Gugur
Kebakaran di Dusun Pok, Sumbawa, menghanguskan 36 rumah dan berdampak pada 129 jiwa, diduga dipicu puntung rokok atau obat nyamuk.
Ringkasan Berita:
- Kebakaran di Dusun Pok, Sumbawa, menghanguskan 36 rumah dan berdampak pada 129 jiwa, diduga dipicu puntung rokok atau obat nyamuk.
- Satu petugas damkar meninggal saat pemadaman, sementara warga membutuhkan bantuan darurat pascakejadian.
TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA - Kebakaran terjadi di permukiman warga di Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (22/3/2026) dini hari.
Kebakaran tersebut menghanguskan puluhan rumah dan menelan korban jiwa dari petugas pemadam kebakaran saat proses pemadaman.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.15 WITA dan meluas hingga pukul 01.20 WITA, menghanguskan rumah-rumah warga di RT 001 dan RT 002 RW 002 Karang Sawo.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari sumber api kecil di dalam rumah warga.
“Dugaan sementara disebabkan adanya puntung rokok/obat nyamuk bakar yang belum mati,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin dalam laporannya.
Puluhan Rumah Terdampak
Kebakaran tersebut berdampak besar pada permukiman padat penduduk. Sedikitnya 36 unit rumah terdampak, dengan rincian sekitar 31 unit mengalami kerusakan berat dan lima unit lainnya terdampak sebagian.
Sebanyak 129 jiwa dilaporkan terdampak akibat kejadian ini dan harus kehilangan tempat tinggal.
Baca juga: Rumah Berjarak 50 Meter dari Pos Damkar di Sambelia Kebakaran
Tragedi ini juga menelan korban jiwa. Seorang petugas pemadam kebakaran dari Kecamatan Alas, M. Solikin, yang menjabat sebagai Komandan Regu (Danru) PMK Zona Zebra Alas, meninggal dunia saat menjalankan tugas.
“Korban gugur (meninggal dunia) 1 orang, petugas pemadam kebakaran, diduga tersengat aliran listrik saat melakukan pemadaman,” ungkap Sadimin.
Tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan penanganan darurat. BPBD Provinsi NTB berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sumbawa serta berbagai pihak terkait.
Pasca kebakaran, sejumlah kebutuhan mendesak dibutuhkan warga terdampak, di antaranya dapur umum, logistik, terpal, pakaian layak pakai, tenda, tempat tidur lipat, matras, serta air bersih.
Saat ini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan sudah kondusif. Warga bersama petugas mulai melakukan penanganan pasca kebakaran dan membersihkan sisa-sisa puing bangunan.
BPBD mengimbau masyarakat di wilayah NTB untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh kelalaian penggunaan api maupun instalasi listrik.
“Masyarakat diharapkan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak meninggalkan kompor atau sumber api tanpa pengawasan, serta menghindari pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan,” imbaunya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/KEBAKARAN-DI-SUMBAWA-2026.jpg)