Senin, 13 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Nyepi 2026

Harmoni Ogoh-Ogoh Dalam Khidmat Ramadan di Kota Mataram

Di tengah suasana khidmat bulan suci Ramadan, Pawai Ogoh-Ogoh digelar menjelang Hari Raya Nyepi.

TRIBUNLOMBOK.COM/WAWAN SUGANDIKA
LEPAS PAWAI - Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana melepas pawai ogoh-ogoh Hari Raya Nyepi 2026, Rabu (18/3/2026). Pemerintah Kota Mataram telah menyiapkan skema khusus untuk memastikan transisi dari perayaan Ogoh-ogoh menuju hari Nyepi ke takbiran hingga Idul Fitri dapat berjalan lancar. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kota Mataram telah menyiapkan skema khusus untuk memastikan transisi dari perayaan Ogoh-ogoh menuju hari Nyepi ke takbiran hingga Idul Fitri dapat berjalan lancar.
  • Kegiatan disiapkan matang yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama hingga pemuda.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Kota Mataram menunjukkan diri sebagai etalase keberagaman.

Di tengah suasana khidmat bulan suci Ramadan, Pawai Ogoh-Ogoh digelar menjelang Hari Raya Nyepi

Pantauan TribunLombok.com, panggung yang berdiri tegak di Kecamatan Cakranegara pun menjadi simbol nyata toleransi.

Panggung ini pula yang nantinya akan melepas pawai takbiran. 

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana hadir langsung melepas iring-iringan.

Baca juga: Skema Pengalihan Arus Pawai Ogoh-Ogoh di Kota Mataram 18 Maret 2026

Mohan menyebut kegiatan disiapkan matang yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama hingga pemuda Hindu.

Ia mengapresiasi ketertiban para peserta dan penonton yang menjaga kekhusyukan.

“Kegiatan ini bisa berjalan dengan tertib semuanya. Saya berharap setelah ini selesai, saudara-saudara kita umat Hindu bisa beristirahat karena besok mereka akan menjalani kemuliaan Catur Brata Penyepian,” ucap Mohan, saat ditemui di lokasi acara, Rabu (18/3/2026).

Merawat Kebersamaan Dalam Perbedaan

Bagi Mohan, momen ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan refleksi mendalam.

Ia mencatat bahwa tradisi mendampingi umat Hindu dalam prosesi sudah berlangsung sejak lama.

“Ini adalah refleksi daripada cara kita merawat suasana kebersamaan, perbedaan keyakinan agama, budaya, dan kebiasaan. Ini gambaran betapa kita sangat majemuk,” katanya.

“Alhamdulillah, sudah sekitar 17 tahun saya membersamai tokoh-tokoh agama Hindu melaksanakan pelepasan Ogoh-ogoh ini dan semuanya berjalan dengan baik dan lancar,” tambahnya.

Dua Hari Raya Berdampingan

Pemerintah Kota Mataram telah menyiapkan skema khusus untuk memastikan transisi dari perayaan Ogoh-ogoh menuju hari Nyepi ke takbiran hingga Idul Fitri dapat berjalan lancar.

Mohan menekankan pentingnya menjaga ketertiban agar seluruh warga dapat merayakan hari besar masing-masing dengan penuh kedamaian.

“Harmoni di Mataram kali ini menjadi bukti bahwa perbedaan justru menjadi warna yang memperindah wajah kota, di mana gema takbir dan pawai budaya dapat bersanding dalam balutan rasa saling menghormati,” pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved