Nyepi 2026
Harmoni Ogoh-Ogoh Dalam Khidmat Ramadan di Kota Mataram
Di tengah suasana khidmat bulan suci Ramadan, Pawai Ogoh-Ogoh digelar menjelang Hari Raya Nyepi.
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kota Mataram telah menyiapkan skema khusus untuk memastikan transisi dari perayaan Ogoh-ogoh menuju hari Nyepi ke takbiran hingga Idul Fitri dapat berjalan lancar.
- Kegiatan disiapkan matang yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama hingga pemuda.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Kota Mataram menunjukkan diri sebagai etalase keberagaman.
Di tengah suasana khidmat bulan suci Ramadan, Pawai Ogoh-Ogoh digelar menjelang Hari Raya Nyepi.
Pantauan TribunLombok.com, panggung yang berdiri tegak di Kecamatan Cakranegara pun menjadi simbol nyata toleransi.
Panggung ini pula yang nantinya akan melepas pawai takbiran.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana hadir langsung melepas iring-iringan.
Baca juga: Skema Pengalihan Arus Pawai Ogoh-Ogoh di Kota Mataram 18 Maret 2026
Mohan menyebut kegiatan disiapkan matang yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama hingga pemuda Hindu.
Ia mengapresiasi ketertiban para peserta dan penonton yang menjaga kekhusyukan.
“Kegiatan ini bisa berjalan dengan tertib semuanya. Saya berharap setelah ini selesai, saudara-saudara kita umat Hindu bisa beristirahat karena besok mereka akan menjalani kemuliaan Catur Brata Penyepian,” ucap Mohan, saat ditemui di lokasi acara, Rabu (18/3/2026).
Merawat Kebersamaan Dalam Perbedaan
Bagi Mohan, momen ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan refleksi mendalam.
Ia mencatat bahwa tradisi mendampingi umat Hindu dalam prosesi sudah berlangsung sejak lama.
“Ini adalah refleksi daripada cara kita merawat suasana kebersamaan, perbedaan keyakinan agama, budaya, dan kebiasaan. Ini gambaran betapa kita sangat majemuk,” katanya.
“Alhamdulillah, sudah sekitar 17 tahun saya membersamai tokoh-tokoh agama Hindu melaksanakan pelepasan Ogoh-ogoh ini dan semuanya berjalan dengan baik dan lancar,” tambahnya.
Dua Hari Raya Berdampingan
Pemerintah Kota Mataram telah menyiapkan skema khusus untuk memastikan transisi dari perayaan Ogoh-ogoh menuju hari Nyepi ke takbiran hingga Idul Fitri dapat berjalan lancar.
Mohan menekankan pentingnya menjaga ketertiban agar seluruh warga dapat merayakan hari besar masing-masing dengan penuh kedamaian.
“Harmoni di Mataram kali ini menjadi bukti bahwa perbedaan justru menjadi warna yang memperindah wajah kota, di mana gema takbir dan pawai budaya dapat bersanding dalam balutan rasa saling menghormati,” pungkasnya.
(*)
| Suasana Nyepi di Mataram: Tiap Gang Dijaga Pecalang |
|
|---|
| 105 Ogoh-ogoh Pawai di Kota Mataram |
|
|---|
| Jadwal Penutupan Pelabuhan dari Lombok dan Jawa ke Bali saat Hari Raya Nyepi 2026 |
|
|---|
| Harmoni Nyepi dan Idul Fitri di Kota Mataram Dalam Pelaksanaan Pawai Ogoh-ogoh dan Takbiran |
|
|---|
| Penyeberangan dari Lembar ke Padangbai Berhenti Sementara saat Nyepi 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/ogoh_ogoh_2026_292828jpg.jpg)