Sabtu, 25 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Nyepi 2026

105 Ogoh-ogoh Pawai di Kota Mataram

Harmoni kerukunan antarumat beragama terjaga di Kota Mataram dengan pelaksanaan pawai ogoh-ogoh di bulan Ramadan.

TRIBUNLOMBOK.COM/WAWAN SUGANDIKA
OGOH-OGOH - Sebanyak 105 ogoh-ogoh memeriahkan parade budaya di Kota Mataram, Rabu (18/3/2026). Harmoni kerukunan antarumat beragama terjaga di Kota Mataram dengan pelaksanaan pawai ogoh-ogoh di bulan Ramadan. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Sebanyak 105 ogoh-ogoh memeriahkan parade budaya di Kota Mataram, Rabu (18/3/2026). 

Pawai diselenggarakan di Jalan Pejanggik, Cakranegara.

Pembina Aliansi Hindu Lombok, Anak Agung Made Jelantik mengatakan bahwa, tujuan utama kegiatan ini adalah menyuguhkan tontonan yang bernilai seni tinggi bagi warga yang antusias menyaksikannya.

“Jadi memang sengaja kita tekan. Jadi kita tidak perlu kuantitas tapi kualitas. Karena ini kan kegiatan kita ini kan ada kaitannya dengan kreativitas,” ucap Anak Agung saat ditemui TribunLombok.com, Rabu (18/3/2026).

Harmoni kerukunan antarumat beragama terjaga di Kota Mataram dengan pelaksanaan pawai ogoh-ogoh di bulan Ramadan.

Baca juga: Harmoni Ogoh-Ogoh Dalam Khidmat Ramadan di Kota Mataram

Momen ini semakin semarak karena Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah berdekatan.

Anak Agung menyebut Mataram sebagai salah satu kota paling harmoni dalam hal kerukunan suku, ras, dan agama karena komunikasi yang telah terjalin sejak lama.

“Kita ini sebenarnya sebagai contoh bagaimana di Kota Mataram ini segala bentuk perbedaan itu ada. Jadi segala bentuk perbedaan maupun event-event yang kaitan dengan keagamaan itu sudah berjalan dari beratus-ratus tahun,” jelasnya.

Untuk memastikan kelancaran acara, koordinasi keamanan dilakukan secara intensif setiap hari, melibatkan pihak pengamanan dari unsur umat Mulsim serta pecalang dari umat Hindu.

Para pecalang juga akan turut serta membantu pengamanan saat pawai takbiran. 

“Nanti pacelang juga sudah pasti akan menjaga saudara kita (muslim) saat melakukan pawai takbiran,” pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved