Rabu, 15 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita NTB

HIPMI NTB Ajak Para Pengusaha Jaga Kualitas Sajian Program Makan Bergizi Gratis

HIPMI NTB berkomitmen mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan target nasional 1.000 dapur.

Editor: Idham Khalid
Istimewa
KUALITAS MBG - Pengurus HIPMI NTB dalam acara Silaturahmi dan Buka Bersama di Mataram, Jumat (13/3/2026). HIPMI NTB menyatakan komitmen mendukung program Makan Bergizi Gratis sekaligus mengingatkan para pengusaha untuk menjaga kualitas sajian dan memenuhi standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional. 
Ringkasan Berita:
  • Pengawasan BGN akan diperketat, sehingga pengelola dapur diminta memenuhi standar seperti sertifikat higienitas, halal hingga PAL.

 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat.

Berdasarkan arahan Presiden, HIPMI ditargetkan membangun 1.000 dapur di seluruh Indonesia. Sementara di NTB, hingga bulan lalu, tercatat sudah ada 72 dapur yang beroperasi melalui kolaborasi anggota HIPMI di berbagai daerah.

Ketua BPD HIPMI NTB, Ismed Faturrahman menjelaskan bahwa pembangunan dapur ini menggunakan skema gotong royong atau konsorsium. Hal ini dilakukan mengingat biaya pembangunan satu titik dapur bisa mencapai angka miliaran rupiah.

"Strategi ini untuk meringankan beban biaya pembangunan, sehingga para pengusaha muda dapat berbagi persentase sesuai kemampuan modal masing-masing," ujar Ismed dalam acara Silaturrahmi dan Buka Bersama Keluarga Besar HIPMI NTB di Hotel Astoria, Jumat (13/3/2026).

Ismed mengingatkan, para anggotanya bahwa tahun ini dipandang sebagai "tahun penindakan" oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Pengawasan akan dilakukan secara ketat melalui audit langsung.

Menurutnya, BGN tidak segan memberikan Surat Peringatan (SP) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kedapatan tidak memenuhi standar operasional.

Ia menyinggung beberapa syarat mutlak yang harus dipenuhi dapur MBG diantaranya, Kepemilikan Sertifikat Layak Higiene Sanitasi (SLHS), Sertifikasi Halal,Ketersediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai dan lainya.

"Di awal memang kita kejar agar dapur running (jalan) dulu, namun sekarang standar itu yang harus kita tingkatkan sesuai kemauan BGN," tegasnya.

Baca juga: Terungkap Alasan Pemilik SPPG Rinjani Zein di Balik Pemberian Uang Rp50 Ribu di Menu MBG

Lebih lanjut, Ismed mengingatkan dan mengimbau seluruh pengusaha dan yayasan pengelola dapur secara umum dan khususnya yang berada di bawah naungan HIPMI NTB untuk tidak berkompromi soal kualitas bahan baku dengan pemilihan supplier secara selektif.

“Dengan masih adanya berita beberapa penyajian MBG yang tidak bagus, saya ingatkan teman teman dan menghimbau untuk menjaga reputasi program, mengingat arus informasi di media sosial sangat cepat. Satu kesalahan kecil terkait kualitas makanan bisa menjadi viral dan merugikan nama baik program nasional ini,” harapnya.

Selain manfaat gizi, Ismed menekankan bahwa program MBG memiliki multiplier effect bagi ekonomi lokal, di antaranya: Pemberdayaan UMKM sebagai pemasok utama bahan baku dapur, Penyerapan Tenaga Kerja Lokal di setiap titik dapur yang dibangun ,Perputaran Ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat di daerah.

"Kami berharap seluruh pengelola dapur segera membenahi fasilitas dan prasyarat yang diminta oleh BGN agar program yang sangat merakyat ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan berkah bagi semua pihak," tutup Ismed.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved