dr Jack Meninggal Dunia
In Memoriam Dokter Jack: Lebih Baik Jadi Singa Walaupun Sehari
Dokter Jack adalah satu di antara tokoh NTB yang sungguh berkesan di hati kami. Dia anak bangsawan Lombok yang rendah hati.
Sampai hari ini tim RSUD Provinsi NTB tetap menjadi rumah sakit siaga merawat para pembalap yang alami kecelakaan di Sirkuit Mandalika.
Dikutip dari rsud.ntbprov.go.id, Dokter Jack lahir di kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur pada 10 November 1968.
Ia menghabiskan masa kecilnya di tanah kelahirannya.Dokter Jack menempuh pendidikan dasar di SDN 1 Karang Jangkong kemudian lanjut studi di SMPN 2 Mataram dan SMAN 1 Martaram.
Dia mengenyam pendidikan S1 di Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya.Gelar S2 ia peroleh di Fakultas Kedokteran Universitas Timur Makassar dengan titel Magister Kesehatan dan Universitas Hang Tuah Surabaya untuk gelar Magister Hukum.
Dokter Jack mengawali karier profesionalnya sebagai Direktur RSI Yatofa, Kabupaten Lombok Tengah pada 1998 hingga 2001. Dokter Umum Dikes Kota Mataram (2001-2006), Kepala Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit Dikes Kota Mataram (2006-2008), Kepala Seksi Bina Rumah Sakit Dikes Kota Mataram (2008), Kepala Seksi Farmasi dan Alat Kesehatan Dikes Kota Mataram (2008-2009), dan Direktur RSUD Kota Mataram (2009-2021).
Pada masa pandemi Covid-19, peran Dokter Jack sangat penting. Dia merupakann Ketua Satgas Covid-19 Kota Mataram (2019 - Maret 2021) dan anggota Satgas Covid-19 Provinsi NTB.
Pada tahun 2021 dia dipercayakan Gubernur NTB saat itu Zulkieflimansyah sebagai Direktur RSUD Provinsi NTB.
Jabatan terakhir Dokter Jack adalah Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Di luar birokrasi, Dokter Jack adalah Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTB dan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB.
Lalu Herman Mahaputra menghembuskan napas terakhir di Jakarta seusai buka puasa, Selasa 10 Maret 2026.
"Siang sampai sore masih berkomunikasi dengan teman-teman di grup OPD, informasi yang saya dapatkan di sini pada saat berbuka tadi beliau tiba-tiba terjatuh kemudian dibawa ke Rumah Sakit MMC Rasuna Said Jakarta," kata Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistika Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, Rabu (11/3/2026).
Khalik mengatakan, setiba di rumah sakit Dokter Jack sempat dipasangi alat pacu jantung oleh tim media namun sudah tidak tertolong lagi.
Kabar kepulangannya yang begitu lekas mengejutkan banyak pihak dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Menurut Mas Sirtupilailli, beberapa saat sebelum meninggal Dokter Jack masih bercanda dengan sahabat dan koleganya. "Masih bercanda-canda di grup WA," kata Sirtu.
Masyarakat dan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat sungguh kehilangan seorang putra terbaik yang mengabdi total di bidang pembangunan kesehatan.
Selamat jalan Dokter Jack. Senang pernah mengenal dan bekerja sama denganmu Pak Dokter yang baik hati.
Beristirahatlah dalam damai dan kasih Tuhan. (*)
| Gubernur Iqbal Kenang Sosok dr Jack: Saya Beri Tugas yang Berat |
|
|---|
| Suasana Haru di Kediaman Dokter Jack, Tokoh dan Pejabat Beri Penghormatan Terakhir |
|
|---|
| Sosok dr Jack, Kepala Bapenda NTB yang Dikenal Inspiratif dan Periang |
|
|---|
| Kronologi Kepala Bapenda NTB dr Jack Meninggal Dunia Usai Berbuka Puasa di Jakarta |
|
|---|
| Kepala Bapenda NTB dr Jack Meninggal Dunia, Sempat Duduk Main HP Sebelum Terjatuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/dr-Jek-rsud.jpg)