Kamis, 4 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

dr Jack Meninggal Dunia

In Memoriam Dokter Jack: Lebih Baik Jadi Singa Walaupun Sehari

Dokter Jack adalah satu di antara tokoh NTB yang sungguh berkesan di hati kami. Dia anak bangsawan Lombok yang rendah hati.

Tayang:
Editor: Sirtupillaili
Dok. RSUD NTB
Almarhum dr H Lalu Herman Mahaputra alias dr Jack, saat masih menjadi Direktur RSUD Provinsi NTB. 

Oleh: Dion DB Putra
Jurnalis TribunLombok.com-Kompas Gramedia

"Om Dion, Pak Jack meninggal." Rabu pagi 11 Maret 2026 yang basah dan dingin di Kota Kupang sontak hangat menyayat mendapat pesan singkat dari sahabat saya, Sirtupilailli. 

Mas Sirtu, pemimpin redaksi TribunLombok.com menyertakan link berita mengenai kronologi berpulangnya Kepala Bapenda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Bapak dr. Lalu Herman Mahaputra alias Dokter Jack.

Sejenak saya kehilangan kata-kata. "Oh Tuhan, orang baik hati berpulang.  Semoga mendapat tempat terbaik di sisiNya," begitu balasan pesan saya kepada Mas Sirtu beberapa menit kemudian.

Memoriku kembali ke kaki Gunung Rinjani yang eksotik, tempat saya berkarya bersama Mas Sirtu dan teman-teman di TribunLombok.com. 

Saya beruntung lebih dari 12 purnama bersama hangatnya Lombok-Sumbawa, sejak medio November 2021 hingga awal 2024.

Dokter Jack adalah satu di antara tokoh NTB yang sungguh berkesan di hati kami. Dia anak bangsawan Lombok yang rendah hati. Pejabat  tak berjarak dengan siapa saja. 

Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan segudang inovasi dan daya kreasi. Dokter  penggemar jins biru yang total memberi diri untuk semua pasiennya.

Dialah beberapa tokoh Nusa Tenggara Barat yang sangat awal diperkenalkan Mas Sirtu kepada saya saat mendapat tugas dari pemimpin Tribun Network-Kompas Gramedia merintis berdirinya portal berita TribunLombok.com, medio November 2021.

Kala itu dokter yang doyan olahraga otomotif tersebut mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai Direktur Rumah Sakit Daerah (RSUD) Provinsi NTB.

Dokter Jack menyambut baik kehadiran portal berita TribunLombok.com yang resmi melayani khalayak sejak 10 Februari 2022. 

Tak sekadar 'omon-omon' menyambut baik, beliau menjadikan Tribun sebagai mitra utama untuk membantu promosi kesehatan dan publikasi.

Suara serak merupakan ciri khas Dokter Jack. Gaya bicaranya tenang, lugas dan humoris. Bagi jurnalis, pria asal Lombok Timur itu merupakan tipe narasumber yang mengasyikkan. 

Sepekan menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 17 Desember 2022, saya didukung tim video TribunLombok.com mendapat kesempatan emas wawancara khusus dengan Dokter Jack.

Wawancara eksklusif berlangsung di ruang kerjanya yang sederhana namun asri di RSUD Provinsi NTB, Jalan Prabu Rangkasari, Dasan Cermen, Kota Mataram. 

Pada waktu itu, Dokter Jack bercerita mengenai berbagai langkah yang ditempuh agar RSUD Provinsi NTB mampu memerikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Lalu Herman Mahaputra yang selama 12 tahun menakhodai RSUD Kota Mataram (2009-2021) adalah direktur bertangan dingin. Di bawah kepemimpinnya RSUD Provinsi NTB maju pesat.

Setelah mendapat akreditasi paripurna dari Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS), RSUD Provinsi NTB sejak tahun 2022 membuka layanan operasi bedah jantung terbuka. 

Sejak empat tahun lalu, warga NTB tidak perlu lagi ke luar daerah untuk mengobati penyakit jantung. Mereka cukup ke Kota Mataram. 

Dokter Jack melukiskan dibukanya pelayanan operasi bedah jantung terbuka saat itu sebagai kado HUT ke-64 Provinsi NTB pada 17 Desember 2022.

Dalam perbincangan dengan saya hampir satu jam, Dokter Jack memperlihatkan optimismenya bahwa RSUD Provinsi NTB bisa menjadi rumah sakit rujukan utama tidak hanya bagi NTB tetapi untuk wilayah Indonesia bagian timur.

"Saya punya impian bahwa RSUD Provinsi dan NTB ini harus memimpin di Indonesia timur, terutama di urusan medical," katanya (bdk https://youtu.be/kcZ7pPUkg4Q).

Meneguhkan tekadnya tersebut, masih kuat dalam ingatan saya kalimat Dokter Jack: "Lebih baik menjadi singa walaupun hanya sehari daripada jadi domba selama berhari-hari."

Dokter Jack sukses menjadikan RSUD Provinsi NTB sebagai rumah sakit dengan standar pelayanan internasional.

Hal itu sejalan dengan posisi NTB sebagai tuan rumah berbagai event motor sport tingkat dunia seperti MXGP dan MotoGP di Sirkuit Mandalika sejak tahun 2022.

Baca juga: Suasana Haru di Kediaman Dokter Jack, Tokoh dan Pejabat Beri Penghormatan Terakhir

Merawat Marc Marquez

Rumah sakit yang dipimpin Dokter Jack pernah merawat juara dunia MotoGP asal Spanyol, Marc Marquez pada hari Minggu 30 Maret 2022.

Marquez memang mengalami akhir pekan yang perih di ajang MotoGP Mandalika 2022. Betapa tidak. Dia terjatuh empat kali selama sesi latihan hingga pemanasan untuk balapan Utama MotoGP. 

Puncak kecelakaan yang menimpa pembalap tim Respol Honda ini  terjadi pada sesi pemanasan MotoGP hari Minggu, 30 Maret 2022. Dia dinyatakan tidak layak balapan (unfit) karena gegar otak ringan. 

Seperti diwartakan TribunLombok.com, sesaat setelah kecelakaan itu  Marc Marquez diterbangkan dari Sirkuit Mandalika menggunakan helikopter Basarnas ke RSUD Provinsi NTB di Mataram. 

Tim medis RSUD Provinsi NTB bergerak sigap merawat sang jagoan balap tersebut. Masa kritisnya lekas berlalu. Hanya saja akibat gegar otak ringan, tim Repsol Honda dan dokter memutuskan  tidak menurunkan Marc Marquez pada balapan utama. 

Sampai hari ini tim RSUD Provinsi NTB tetap menjadi rumah sakit siaga merawat para pembalap yang alami kecelakaan di Sirkuit Mandalika.

Dikutip dari rsud.ntbprov.go.id, Dokter Jack lahir di kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur pada 10 November 1968.

Ia menghabiskan masa kecilnya di tanah kelahirannya.Dokter Jack menempuh pendidikan dasar di SDN 1 Karang Jangkong kemudian lanjut studi di SMPN 2 Mataram dan SMAN 1 Martaram.

Dia mengenyam pendidikan S1 di Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah Surabaya.Gelar S2 ia peroleh di Fakultas Kedokteran Universitas Timur Makassar dengan titel Magister Kesehatan dan Universitas Hang Tuah Surabaya untuk gelar Magister Hukum.

Dokter Jack mengawali karier profesionalnya  sebagai Direktur RSI Yatofa, Kabupaten Lombok Tengah pada 1998 hingga 2001. Dokter Umum Dikes Kota Mataram (2001-2006),  Kepala Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit Dikes Kota Mataram (2006-2008), Kepala Seksi Bina Rumah Sakit Dikes Kota Mataram (2008), Kepala Seksi Farmasi dan Alat Kesehatan Dikes Kota Mataram (2008-2009), dan Direktur RSUD Kota Mataram (2009-2021).

Pada masa pandemi Covid-19, peran Dokter Jack sangat penting. Dia merupakann Ketua Satgas Covid-19 Kota Mataram (2019 - Maret 2021) dan  anggota Satgas Covid-19 Provinsi NTB. 

Pada tahun 2021 dia dipercayakan Gubernur NTB saat itu Zulkieflimansyah sebagai Direktur RSUD Provinsi NTB.

Jabatan terakhir Dokter Jack adalah  Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Di luar birokrasi, Dokter Jack adalah Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTB dan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB. 

Lalu Herman Mahaputra menghembuskan napas terakhir di Jakarta seusai buka puasa, Selasa 10 Maret 2026.

"Siang sampai sore masih berkomunikasi dengan teman-teman di grup OPD, informasi yang saya dapatkan di sini pada saat berbuka tadi beliau tiba-tiba terjatuh kemudian dibawa ke Rumah Sakit MMC Rasuna Said Jakarta," kata Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistika Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, Rabu (11/3/2026). 

Khalik mengatakan, setiba  di rumah sakit Dokter Jack sempat dipasangi alat pacu jantung oleh tim media namun sudah tidak tertolong lagi. 

Kabar kepulangannya yang begitu lekas mengejutkan banyak pihak dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. 

Menurut Mas Sirtupilailli, beberapa saat sebelum meninggal Dokter Jack masih bercanda dengan sahabat dan koleganya. "Masih bercanda-canda di grup WA," kata Sirtu.

Masyarakat dan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat sungguh kehilangan seorang putra terbaik yang mengabdi total di bidang pembangunan kesehatan.

Selamat jalan Dokter Jack. Senang pernah mengenal dan bekerja sama denganmu Pak Dokter yang baik hati. 

Beristirahatlah dalam damai dan kasih Tuhan. (*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved