Konflik Iran vs Amerika
Satu WNI NTB Terdampak Konflik Timur Tengah Dipulangkan
Satu WNI asal Nusa Tenggara Barat dievakuasi ke Indonesia akibat konflik Timur Tengah antara Iran dan Amerika Serikat.
Ringkasan Berita:
- Satu WNI asal Nusa Tenggara Barat dievakuasi ke Indonesia akibat konflik Timur Tengah antara Iran dan Amerika Serikat.
- Evakuasi dilakukan melalui jalur Teheran–Baku–Istanbul–Jakarta bersama 32 WNI lainnya, sementara identitas warga NTB masih menunggu data dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Konflik Timur-Tengah antara Iran dan Amerika Serikat yang belum mereda hingga saat ini, membuat satu warga negara Indonesia (WNI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dievakuasi kembali ke tanah air.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Aidy Furqan membenarkan terkait proses evakuasi tersebut. Hanya saja ia belum mengetahui identitas dari warga NTB tersebut, karena proses evakuasi dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri.
"Ada, tapi belum dapat identitas dari Jakarta, kami sedang menunggu juga," kata Aidy kepada TribunLombok.com, Rabu (11/3/2026).
Berdasarkan laporan penanganan, evakuasi tersebut dilakukan melalui jalur darat dari Tehran menuju Baku, Azerbaijan dan selanjutnya menggunakan komersil dengan rute penerbangan Baku-Istanbul lalu ke Jakarta.
Dalam proses evakuasi tersebut terdapat 32 orang dalam rombongan, satu diantaranya merupakan warga NTB. Ditargetkan WNI tersebut tiba di Indonesia sekira pukul 18.00 WIB.
Pemerintah Provinsi NTB juga sudah berkoordinasi dengan Badan Penghubung NTB di Jakarta, untuk memfasilitasi penginapan warga tersebut setelah sampai di Jakarta.
Baca juga: Gubernur Iqbal Pastikan Warga NTB di Kawasan Konflik Timur Tengah Dipantau KBRI
Setelah tiba di Jakarta barulah nanti akan dipulangkan ke daerah asal namun Badan Penghubung tidak memiliki anggaran untuk pemulangan ke daerah asal, sehingga meminta bantuan ke pemerintah daerah.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan perkembangan penanganan warga negara Indonesia (WNI) Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di sekitar negara konflik Iran, Israel dan Amerika Serikat.
"Sudah kita titipkan kepada KBRI-KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) untuk ditangani dan dari informasi yang saya kumpulkan rencana kontingensinya berjalan semua," kata Iqbal, Jumat (6/3/2026).
Ia menyampaikan hampir di semua negara teluk yakni Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab ada WNI asal NTB. Hanya saja Iqbal belum memastikan apakah itu pelajar atau pekerja migran Indonesia (PMI).
Saat ini semua warga NTB sudah dalam pantauan sesuai dengan data yang diterima Pemprov NTB, namun jika masih ada yang belum merasa tercover oleh KBRI bisa menghubungi hotline yang sudah disebar sebelumnya.
"Namanya lalu lintas manusia kadang-kadang tidak terpantau, bagi masyarakat yang merasa keluarganya belum masuk data KBRI mohon disampaikan ke hotline yang sudah disebar," kata mantan Dubes Indonesia untuk Turki ini.
Baca juga: Timur Tengah Memanas, Pertamina Pastikan Stok dan Distribusi BBM di NTB Tetap Aman
Iqbal menyampaikan sesuai dengan arahan KBRI para warga diminta untuk tetap tenang namun waspada dalam beraktivitas sehari-hari, karena sudah disiapkan rencana kontijensi kapan mereka berhenti bekerja, dan dalam situasi seperti apa mereka melakukan evakuasi mandiri. "Kalau ada kondisi-kondisi yang diluar kendali semuanya ada parameter," pungkasnya.
Beberapa hari terakhir konflik di tiga negara tersebut eskalasinya meningkat, membuat mereka saling serang dengan menggunakan persenjataan yang canggih. Kondisi ini membuat pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk memastikan warganya di sana tetap aman.
| Konflik Iran-AS Memanas, Pakar HI Unram Peringatkan Ancaman Krisis Energi Nasional |
|
|---|
| Timur Tengah Bergejolak, Pemprov NTB Pastikan Distribusi BBM Masih Normal |
|
|---|
| Pemprov NTB Memastikan 155 PMI dan 1.415 Orang Jemaah Umrah Aman |
|
|---|
| Daftar Hotline Darurat Perwakilan RI untuk WNI di Kawasan Timur Tengah |
|
|---|
| Pemprov NTB Belum Terima Data Warga Terdampak Konflik di Timur Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Kepala-Disnakertrans-NTB-Aidy-Furqan-saat-ditemui-di-Kantor-Gubernur-NTB.jpg)