Konflik Iran vs Israel
Kemenhaj NTB Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan
Berdasarkan data sistem pengawasan ibadah umrah (Siskopatuh) saat ini sebanyak 1.415 warga NTB sedang melaksanakan ibadah umrah
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Amin menyampaikan bagi masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah umrah untuk berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).
Konflik di kawasan timur tengah antara Amerika Serikat, Israel dan Iran yang eskalasinya meningkat membuat sejumlah penerbangan dibatalkan maupun ditunda.
"Kita mengimbau untuk mengontrol perkembangannya, kalau memang situasi tidak memungkinkan sebaiknya ditunda," kata Amin, Selasa (3/3/2026).
Amin mengatakan beberapa negara di kawasan timur tengah saat ini memang melakukan pengetatan untuk aktivitas ruang udara, bahkan beberapa diantaranya melakukan penutupan untuk sementara waktu.
Kondisi ini membuat perjalanan ibadah umrah tentunya terganggu, khususnya bagi perjalanan yang menggunakan sistem transit.
Baca juga: Jemaah Umrah Pulang Bertahap, 6.047 Orang Sudah Tiba di Indonesia
Sementara untuk penerbangan langsung dari Indonesia ke Jeddah atau sebaliknya tidak menjadi persoalan.
"Kalau direct (langsung) tidak ada kendala, namun untuk transit perlu penjadwalan ulang. Untuk saat ini kondisi jemaah NTB aman," jelasnya.
Berdasarkan data sistem pengawasan ibadah umrah (Siskopatuh) saat ini sebanyak 1.415 warga NTB sedang melaksanakan ibadah umrah.
Kondisi semuanya dalam keadaan aman, bahkan tidak ada yang tertahan di hotel atau penginapan imbas konflik tersebut.
Juru bicara Pemerintah Provinsi NTB, Ahsanul Khalik meminta agar para jemaah atau warga NTB yang ada di sekitar daerah konflik untuk terus melaporkan kondisi terkini, baik kepada keluarga di tanah air maupun dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
"Sampai saat ini belum ada laporan warga NTB yang terdampak langsung konflik, pemerintah terus melakukan komunikasi berkala dan akan menyampaikan perkembangan secara resmi," kata Aka, sapaan karibnya.
Pemerintah meminta agar semua pihak untuk tetap tenang dan merujuk informasi resmi, sembari memastikan kondisi warga NTB tetap aman.
(*)
| Siswa Tetap Belajar di Sekolah Meski Ada Kebijakan Efisiensi |
|
|---|
| Hemat BBM, ASN dan Swasta WFH Sehari Dalam Seminggu, Dimulai Setelah Lebaran |
|
|---|
| Pemerintah Tetapkan Harga Rata-rata Minyak Mentah Naik |
|
|---|
| 10 Ribu Jemaah Umrah Pulang ke Indonesia, 300 Orang Masih Stranded |
|
|---|
| Prabowo Undang Mantan Presiden dan Eks Menlu ke Istana: Bahas Konflik Timteng hingga BOP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/amin_kanwil_haji_ntb_39398382jpg.jpg)