Konflik Iran vs Israel
Hemat BBM, ASN dan Swasta WFH Sehari Dalam Seminggu, Dimulai Setelah Lebaran
Pemerintah saat ini tengah mematangkan aspek teknis penerapan WFH bagi ASN dan swasta
Ringkasan Berita:
TRIBUNLOMBOK.COM - Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif terhadap dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan komoditas lainnya.
Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah meningkatkan volume produksi batu bara melalui penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Pemerintah tengah mengkaji penyesuaian kebijakan terkait pajak ekspor batu bara guna meningkatkan penerimaan negara, seiring dengan tren kenaikan harga komoditas tersebut.
Di sektor energi, Pemerintah mendorong percepatan konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai langkah efisiensi di tengah tingginya harga minyak. Penugasan tersebut diberikan kepada Badan Pengelola Investasi Danantara untuk segera ditindaklanjuti.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Pemerintah tengah mengkaji kebijakan fleksibilitas kerja melalui skema Work From Home (WFH) satu hari dalam lima hari kerja.
Baca juga: Pasca Mudik Lebaran, Instansi Pemerintah dan Swasta Diminta WFH Selama Seminggu
“Ada penghematan dari segi penggunaan mobilitas dari bensin penghematannya cukup signifikan, seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan," ungkap Airlangga , usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19//3/2026).
Pemerintah saat ini tengah mematangkan aspek teknis penerapan WFH diharapkan tidak hanya berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga dapat diadopsi oleh sektor Swasta serta Pemerintah Daerah.
Rencana implementasi kebijakan ini dijadwalkan mulai diberlakukan setelah Hari Raya Idulfitri 2026.
Namun demikian, waktu pasti pelaksanaannya masih akan ditentukan lebih lanjut.
“Nanti kita lihat situasinya. Situasi harga minyak, situasi perang. Kita ikuti situasi yang berkembang,” pungkas Menko Airlangga.
Berbagai langkah ini mencerminkan respons Pemerintah yang adaptif dan terukur dalam menjaga stabilitas ekonomi, sekaligus memperkuat arah menuju kemandirian energi dan ketahanan nasional.
(*)
| Siswa Tetap Belajar di Sekolah Meski Ada Kebijakan Efisiensi |
|
|---|
| Pemerintah Tetapkan Harga Rata-rata Minyak Mentah Naik |
|
|---|
| 10 Ribu Jemaah Umrah Pulang ke Indonesia, 300 Orang Masih Stranded |
|
|---|
| Prabowo Undang Mantan Presiden dan Eks Menlu ke Istana: Bahas Konflik Timteng hingga BOP |
|
|---|
| Kemenhaj NTB Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Ribuan-PPPK-Paruh-Waktu-saat-menerima-SK-di-Kantor-Bupati-Lombok-Timur.jpg)