Ramadan 2026
Awal Puasa Ramadan 2026 Boleh Beda Tetapi Persatuan dan Kerukunan Tetap yang Utama
Sidang Isbat menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriyah jatuh pada Kamis 19 Februari 2026.
“Secara syariat, puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perbuatan yang tidak dibenarkan agama. Jangan sampai secara lahir puasa, tetapi secara hakikat ternodai oleh sikap yang merusak persaudaraan,” pesannya.
Keputusan Melalui Proses yang Matang
Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, menyampaikan bahwa keputusan Sidang Isbat yang menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026 telah dijalankan dengan baik melalui proses yang matang dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, sidang isbat bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan forum yang melibatkan pertimbangan kaidah agama dan kaidah ilmiah secara bersamaan.
Seluruh proses, kata dia, telah melalui diskusi mendalam dengan para ahli sebelum menghasilkan keputusan.
“Hasil pembahasan menunjukkan bahwa posisi hilal masih berada di bawah ufuk atau minus, sehingga secara ilmiah belum memungkinkan untuk dirukyat,” ujarnya.
Marwan menambahkan, ke depan para pemangku kepentingan akan terus berupaya mempertemukan berbagai pendekatan, termasuk wacana kalender Hijriah global, agar tercapai keselarasan yang lebih luas dalam penentuan awal bulan kamariah.
Ia juga mencatat bahwa di sejumlah negara, termasuk Turki, hilal juga belum terlihat pada waktu yang sama.
Sebagai Ketua Komisi VIII, ia menegaskan dukungan terhadap keputusan pemerintah dan mengajak umat Islam menyambut Ramadan dengan sikap yang positif.
“Mari kita beribadah dengan khusyuk, menjalankan puasa dengan ikhlas dan jujur, sehingga Ramadan benar-benar membawa perbaikan bagi diri kita,” terangnya.
Hasil pemaparan data hisab dan laporan rukyat dari 96 titik pemantauan di seluruh Indonesia dibahas dalam sidang isbat.
Secara astronomis, ketinggian hilal di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih berada di bawah ufuk, dengan rentang antara -2° 24‘ 43“ (-2,41°) hingga -0° 55‘ 41“ (-0,93°).
Sementara itu, sudut elongasi hilal berada pada kisaran 0° 56‘ 23“ (0,94°) hingga 1° 53‘ 36“ (1,89°).
Dengan posisi tersebut, hilal belum memenuhi kriteria visibilitas hilal (imkanur rukyat) yang disepakati negara-negara anggota MABIMS.
(*)
| Jadwal Imsak dan Buka Puasa NTB 29 Ramadan Kamis 19 Maret 2026 |
|
|---|
| Bulan Peduli Sosial di Batu Mekar: Sinta Agathia Iqbal Targetkan Desa Keluar dari Garis Kemiskinan |
|
|---|
| Komodifikasi Ramadan di Layar Kaca |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa NTB 25 Ramadan Minggu 15 Maret 2026 |
|
|---|
| Nuzulul Qur’an di Masjid Zainul Islam, TGH M Rizki Hamzar Tekankan Pentingnya Menuntut Ilmu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/HILAL-SATU-RAMADAN-1447-H.jpg)