Banjir Bima
Banjir Rendam Desa Lewintana Bima, 115 KK Terdampak
Banjir melanda Desa Lewintana, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Jumat malam (6/2/2026), merendam 115 KK atau 351 jiwa.
Ringkasan Berita:
- Banjir melanda Desa Lewintana, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Jumat malam (6/2/2026), merendam 115 KK atau 351 jiwa.
- Tidak ada korban jiwa, BPBD Bima melakukan penanganan darurat dan mengimbau warga waspada cuaca ekstrem sesuai peringatan BMKG.
TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA - Banjir melanda Desa Lewintana, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, pada Jumat malam (6/2/2026) sekitar pukul 21.30 Wita.
Peristiwa ini dipicu hujan sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Bima dan sekitarnya sejak sore hari.
Berdasarkan laporan, hujan disertai kilat, petir, dan angin kencang mulai terjadi sekitar pukul 17.46 Wita dan berlangsung hingga 20.46 Wita.
“Akibat kejadian tersebut, banjir menggenangi permukiman 115 kepala keluarga atau 351 jiwa yang tersebar di tiga RT, yakni RT 01, RT 02, dan RT 03 Desa Lewintana,” ungakap Humas BPBD NTB, Dede dalam laporan resminya, Sabtu (7/2/2026).
Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa, namun aktivitas warga sempat terganggu akibat genangan air.
Menindaklanjuti kejadian ini, BPBD Kabupaten Bima langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait, termasuk Camat Soromandi, Kapolsek, Koramil, dan pemerintah desa setempat. Tim di lapangan melakukan pengamatan, pendataan, kaji cepat, serta penanganan darurat di lokasi terdampak.
Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyesuaikan langkah penanganan sesuai kewenangan masing-masing, baik di tingkat daerah maupun Provinsi NTB.
“Aparat desa dan kecamatan turut dilibatkan dalam proses penanganan dan pemantauan kondisi warga,” ungkapnya.
BPBD Kabupaten Bima mencatat, kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan tanggap darurat, serta logistik dan peralatan (logpal) untuk mendukung penanganan awal bencana dan kebutuhan warga terdampak.
Dalam kesempatan yang sama, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Mengingat wilayah NTB telah memasuki musim hujan dan sebagian daerah berada pada periode puncaknya, warga diminta mengantisipasi kemungkinan bencana hidrometeorologis seperti banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor.
Baca juga: Pemkot Mataram Bangun Huntara bagi Korban Banjir Bintaro, Targetkan Rampung dalam Dua Minggu
Masyarakat juga diharapkan segera melapor apabila terjadi kondisi darurat melalui BPBD Kabupaten Bima, kantor camat, kantor desa, maupun kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun meteorologi Zainul Abdul Majid mengeluarkan peringatan dini cuaca hujan sedang hingga lebat selama 3 hari ke depan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai tanggal 6-8 Februari 2026.
Adapun wilayah yang terdampak hujan ringan hingga lebat pada periode waktu tersebut yakni:
- Kabupaten Lombok Utara: Tanjung, Gangga, Kayangan, Bayan, Pemenang
- Kabupaten Lombok Timur: Selong, Pringgabaya, Aikmel, Pringgasela, Suralaga, Wanasaba, Sembalun, Suwela, Labuhan Haji, Sambelia
- Kabupaten Sumbawa: Alas, Utan, Plampang, Empang, Alas Barat, Labangka, Buer, Rhee, Maronge, Tarano
- Kabupaten Sumbawa Barat: Seteluk, Poto Tan
- Kabupaten Bima: Tambora, Sanggar, Palibelo, Bolo, Donggo, Soromandi, Woha, Lambitu, Madapangga, Wawo, Langgudu, Parado, Monta, Wera, Ambalawi
- Kabupaten Dompu: Pekat, Pajo, Huu, Dompu, Woja, Kilo, Manggalewa, Kempo
- Kota Bima: Raba, Asakota, Mpunda, Rasanae Timur, Rasanae Barat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/BANJIR-DESA-LEWINTANA-2026.jpg)