NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Polemik Penanganan Sampah

TPS Overload, Petugas Kebersihan di Mataram Terpaksa Bawa Pulang Sampah ke Rumah

Antrean panjang dan penuh sesaknya TPS di Mataram memaksa petugas kebersihan membawa sampah kembali ke rumah.

Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM/Ahmad Wawan Sugandika
SAMPAH KOTA MATARAM - Petugas kebersihan dari Cakranegara, sedang mengecek sampah yang dibawanya ke TPS Sandubaya. Antrean panjang dan penuh sesaknya TPS di Mataram memaksa petugas kebersihan membawa sampah kembali ke rumah. 
Ringkasan Berita:
  • Antrean panjang dan penuh sesaknya TPS di Mataram memaksa petugas kebersihan membawa sampah kembali ke rumah karena tak mendapat giliran pembuangan.
  • Kondisi ini dipicu overload TPA Kebon Kongok sejak November 2025, yang membuat alur pembuangan dari TPS ke TPA terhambat.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM – Antrean panjang di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang tidak kunjung terurai, memaksa sejumlah petugas kebersihan di Kota Mataram membawa sampah yang telah mereka angkut ke rumah masing-masing.

Kondisi ini terjadi lantaran para petugas tidak mendapatkan giliran membuang sampah akibat kapasitas TPS yang sudah penuh sesak.

Masalah ini merupakan dampak dari kelebihan beban (overload) pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kebon Kongok yang telah melampaui batas tampung sejak November 2025.

Terhambatnya alur di TPA menyebabkan tumpukan sampah di tingkat TPS lumpuh, dan tidak mampu lagi menerima kiriman baru dari pemukiman warga secara normal.

Salah seorang petugas kebersihan asal Abian Tubuh Barat, Trisna Jaya, mengungkapkan dirinya harus mengantre di TPS Sandubaya sejak pukul 08.00 pagi dan terkadang baru mendapat giliran membuang pada pukul 17.00 sore.

Durasi ini meningkat drastis dibandingkan kondisi normal yang biasanya selesai pada pukul 14.00 siang.

Trisna mengatakan, akibat antrean yang terlalu panjang, beberapa petugas terpaksa membawa sampah tersebut ke rumah mereka karena tidak mendapat giliran masuk di TPS.

“Dampaknya sampah menumpuk hingga tiga hari sebelum akhirnya bisa terbuang, ini saja kita buang sampah yang sudah 3 hari kami angkut,” katanya kepada TribunLombok, Selasa (6/1/2026).

Kondisi serupa dialami Ketut, petugas kebersihan di lingkungan Karang Tangkeban, Cakranegara Selatan.

Ia menuturkan frekuensi pengangkutan sampah menuju TPS kini dibatasi menjadi hanya sekali sehari dengan sistem rotasi per gang.

Selain harus menghadapi penumpukan sampah di kediamannya, para petugas kini juga kerap menjadi sasaran protes warga karena keterlambatan pengangkutan di pemukiman.

“Banyak yang ngeluh ke kita bahkan ada yang ngomel-ngomel, cuman keadaannya sekarang kita dibatasi,” ucap Ketut.

Sumber: Tribun Lombok
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved