Minggu, 19 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Sosok Mayat Ditemukan Menggantung di Pinggir Sungai Bertais Mataram

Warga Bertais digegerkan dengan penemuan mayat I Dewa Made Angga (21) yang tergantung di pohon bambu setelah dilaporkan hilang.

Editor: Idham Khalid
Humas Polresta Mataram
PENEMUAN MAYAT - Warga Kebun Babakan Gontoran, Kelurahan Bertais, Kota Mataram digegerkan dengan penemuan jenazah pemuda berinisial IDMAW (21) yang tergantung di pohon bambu tepi sungai, Minggu (8/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Warga Bertais digegerkan dengan penemuan mayat I Dewa Made Angga (21) yang tergantung di pohon bambu setelah dilaporkan hilang.
 
  • Polisi mengira korban meninggal akibat gantung diri, sementara pihak keluarga menolak otopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Warga Lingkungan Kebun Babakan Gontoran, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, digegerkan dengan penemuan sosok mayat yang tergantung di pohon bambu di pinggir sungai, Minggu (8/3/2026).

Korban diketahui bernama I Dewa Made Angga W (21), yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak 1 Maret 2026.

Kapolsek Sandubaya Niko Herdianto menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat dalam kondisi tergantung pada pohon bambu dengan ketinggian sekitar empat meter di tepi sungai.

“Korban ditemukan pertama kali oleh warga dalam keadaan tergantung di pohon bambu. Dugaan sementara korban meninggal karena gantung diri,” ungkap Niko, Senin (9/3/2026).

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan temuan itu kepada warga lainnya serta keluarga korban.

Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa. Tubuh korban dilaporkan dalam keadaan membengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Baca juga: Warga Lihat Mobil Brio Putih Terparkir di TKP Sebelum Penemuan Mayat Terbakar di Sekotong

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel kepolisian bersama tim identifikasi melakukan pemeriksaan di lokasi sekaligus mengevakuasi jenazah korban dari pohon bambu. Namun, berdasarkan pernyataan keluarga, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

“Pihak keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah serta ujian bagi keluarga,” jelas Kapolsek.

Setelah proses identifikasi dan evakuasi selesai dilakukan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved