Sabtu, 6 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Malam Nisfu Syaban: Keutamaan, Daftar Amalan, dan Bacaan Doa

Rasulullah sangat memuliakan bulan Syakban. Salah satu amalan malam nisfu Syaban adalah berdoa.

Tayang:
pexels.com
NISFU SYABAN - Ilustrasi berdoa. Rasulullah sangat memuliakan bulan Syakban. Salah satu amalan malam nisfu Syaban adalah berdoa. 

Amalan selanjutnya yakni melaksanakan shalat sunah malam di malam Nisfu Sya’ban. 

Anjuran ini didasarkan pada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Albaihaqi dari ‘Ala’ bin Haris. Dalam hadis tersebut, ‘Ala’ bin Haris mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat sunah pada malam Nisfu Sya’ban. 

Oleh karena itu, melaksanakan shalat sunah pada malam Nisfu Sya’ban merupakan amalan yang dianjurkan berdasarkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
 
عن عَائِشَةَ، قَالَتْ: قَامَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم مِنَ الَّليْلِ يُصَلِّيْ فَأَطَالَ السُّجُوْدَ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ قَدْ قُبِضَ، فَلَمَّا رَأَيْتُ ذَلِكَ قُمْتُ حَتَّى حَرَّكْتُ إِبْهاَمَهُ فَتَحَرَّكَ، فَرَجَعْتُ، فَلَمَّا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ السُّجُوْدِ، وَفَرَغَ مِنْ صَلَاتِهِ، قَالَ: ” يَا عاَئِشَةَ أَوْ يَا حُمَيْرَاءَ ظَنَنْتَ أَنَّ النَّبِيَّ خَاسَ بِكَ؟ “، قُلْتُ: لَا وَاللهِ يَا رَسُوْلَ اللهِ وَلَكِنِّيْ ظَنَنْتُ أَنَّكَ قُبِضْتَ لِطُوْلِ سُجُوْدِكَ، فَقَالَ: ” أَتَدْرِيْنَ أَيُّ لَيْلَةٍ هَذِهِ؟ “، قُلْتُ: اَللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: ” هَذِهِ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَطَّلِعُ عَلَى عِبَادِهِ فِيْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِلْمُسْتَغْفِرِيْنَ، وَيَرْحَمُ اْلمُسْتَرْحِمِيْنَ، وَيُؤَخِّرُ أَهْلَ اْلحِقْدِ كَمَا هُمْ “.
 
Artinya: Dari Aisyah, dia berkata: Rasulullah berdiri di tengah malam untuk shalat, dan dia memperpanjang sujudnya sehingga saya mengira dia telah wafat. Ketika saya melihat itu, saya berdiri hingga saya meraih ibu jarinya untuk melihat apakah dia masih bernafas, dan ibu jarinya bergerak, maka saya kembali. Ketika dia mengangkat kepalanya dari sujud dan selesai shalatnya, dia berkata: “Wahai Aisyah, atau Humairah, apakah kamu berpikir bahwa Nabi telah khianat kepadamu?”
 
Aku berkata: “Tidak, demi Allah, wahai Rasulullah, tetapi aku mengira bahwa engkau telah wafat karena lamanya sujudmu.” Dia berkata: “Tahukah kamu malam apa ini?” Aku berkata: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Dia berkata: “Ini adalah malam pertengahan Sya’ban. Sesungguhnya Allah SWT menengok hamba-hamba-Nya pada malam pertengahan Sya’ban, maka Dia mengampuni orang yang meminta ampunan, merahmati orang yang memohon rahmat, dan menunda hukuman bagi orang yang bermusuhan, sebagaimana mereka.”

Ketiga, membaca surah Yasin sebanyak tiga kali. Menurut kitab Mujribat karya Ad-Dairaby, salah satu praktik yang dianjurkan pada malam Nisfu Sya’ban adalah membaca surat Yasin sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeda.

3. Membaca Surat Yasin

Menurut kitab Mujribat karya Ad-Dairaby, salah satu praktik yang dianjurkan pada malam Nisfu Sya’ban adalah membaca surat Yasin sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeda

Pertama, membaca Surat Yasin dengan niat memohon umur yang diberkati, serta kepatuhan dan ketakwaan kepada Allah SWT. 

Kedua, membaca Surat Yasin dengan niat memohon perlindungan dari segala macam bencana, godaan, dan bahaya fisik maupun spiritual. 

Ketiga, membaca Surat Yasin dengan niat memohon hati yang kaya secara spiritual, yang hanya bergantung pada Allah dan tetap teguh dalam iman Islam hingga akhir hayat.
 
Menurut Syaikh Muhammad bin Darwisy dalam Asná al-Mathálib, pembacaan Surat Yasin pada malam Nisfu Sya’ban setelah Maghrib merupakan hasil ijtihad beberapa ulama, seperti yang dikatakan oleh Syeikh Al-Buni, dan hal ini tidak dianggap sebagai hal yang buruk.
 
وقال العلامة الديربي في “مجرباته” (ومن خواص “سورة يس” –كما قال بعضهم- أن تقرأها ليلة النصف من شعبان “ثلاث مرات”: الأولى بنية طول العمر، والثانية بنية دفع البلاء، والثالث بنية الإستغناء عن الناس.
 
Artinya: Dan Imam Ad-Dairobi berkata dalam kitabnya “Al-Mujarrabaat” (dan di antara khasiat Surat Yasin – seperti yang dikatakan beberapa orang – adalah membacanya pada malam Nisfu Sya’ban “tiga kali”: pertama dengan niat panjang umur, kedua dengan niat menghilangkan bala, dan ketiga dengan niat tidak bergantung kepada manusia.
 

Bacaan Doa Malam Nisfu Syaban

 

أَعُوذُ بِعَفْوِكَ مِنْ عِقَابِكَ، وَأَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ، جَلَّ وَجْهُكَ، لا أَحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، سَجَدَ لَكَ خَيَالِي وَسَوَادِي، وَآمَنَ بِكَ فُؤَادِي، فَهَذِهِ يَدِي وَمَا جَنَيْتُ بِهَا عَلَى نَفْسِي، يَا عَظِيمٌ يُرْجَى لِكُلِّ عَظِيمٍ، يَا عَظِيمٌ اغْفِرِ الذَّنْبَ الْعَظِيمَ، سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ. أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَأَعُوذُ بِعَفْوِكَ مِنْ عِقَابِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، أَقُولُ كَمَا قَالَ أَخِي دَاوُدَ: أُعَفِّرُ وَجْهِي فِي التُّرَابِ لِسَيِّدِي، وَحَقُّ لَهُ أَنْ يُسْجَدَ. اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي قَلْبًا تَقِيًّا مِنَ الشِّرْكِ نَقِيًّا، لا حَافِيًّا وَلا شَقِيًّا.
 
A’uudzu bi ‘afwika min ‘iqabika, wa a’uudzu bi ridhaka min sakhatika, wa a’uudzu bika minka, jalla wa jahuka, laa ahshii tsana’an ‘alaika anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsik, sajada laka khayaalii wa suwaadii, wa aamana bika fuaadii, fahadzihi yadzii wa maa janaitu bihaa ‘alaa nafsii, yaa ‘azhiim yurjaa li kulli ‘azhiim, yaa ‘azhiim ghfir adz-dzanba al-‘azhiim, sajada wajhii lilladzii khalaqahu, wa syaqq sam’ahu wa basharah. A’uudzu bi ridhaka min sakhatika, wa a’uudzu bi ‘afwika min ‘iqabika, wa a’uudzu bika minka anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsik, aquulu kamaa qaala akhii Daawud: u’affiru wajhii fi at-turaabi li sayyidii, wa haqqu lahhu an yusjadda.
 
Artinya: Aku berlindung dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu, dan aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dan aku berlindung dengan-Mu dari diri-Mu, Maha Suci wajah-Mu, aku tidak sanggup menghitung pujian untuk-Mu, Engkau sebagaimana Engkau telah memuji diri-Mu, sujudlah angan-anganku dan bayanganku, dan berimanlah hatiku kepada-Mu, maka ini tanganku dan apa yang telah aku perbuat dengannya atas diriku, wahai Yang Maha Agung yang diharapkan oleh setiap orang yang agung, wahai Yang Maha Agung ampunilah dosa yang besar, sujudlah wajahku kepada yang telah menciptakannya, dan yang telah membuka pendengaran dan penglihatannya.
 
Aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dan aku berlindung dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu, dan aku berlindung dengan-Mu dari diri-Mu, Engkau sebagaimana Engkau telah memuji diri-Mu, aku berkata sebagaimana yang dikatakan saudaraku Daud: aku merendahkan wajahku di tanah untuk Tuhanku, dan berhaklah Dia untuk disujud. Ya Allah, berikanlah aku hati yang suci dari syirik, bersih, tidak celaka dan tidak sengsara.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved