NTB

Gema Alam NTB dan OPD di Lombok Timur Jamin Hak Perempuan pada Pengembangan Energi Terbarukan

TRIBUNLOMBOK.COM/AHMAD WAWAN SUGANDIKA
Gema Alam NTB rapat bersama sejumlah OPD dalam rangka evaluasi program we for jet, bertempat di Aula Kantor Bappeda Lombok Timur, Senin (29/1/2024). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Cinta Alam (Gema Alam) NTB bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lombok Timur melakukan evaluasi kinerja Program We for Jet, di Aula Kantor Bappeda Lombok Timur, Senin (29/1/2024).

Gema Alam melaksanakan evaluasi program We For Jet untuk menjaga pengakuan terhadap keberadaan perempuan dan kelompok rentan untuk tetap bersuara.

"Terlebih untuk mendapat perlindungan sosial serta kemitraan multi pihak," kata Ketua Gema Alam NTB, Haiziah Gazali.

We for Jet adalah program kolaborasi Gema Alam dengan multi sektor kemitraan yang membuka akses pengembangan energi baru terbarukan dengan memperhatikan aspek pemenuhan hak asasi manusia serta keadilan bagi Perempuan, disabilitas.

Baca juga: Gema Alam NTB Miliki Strategi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Melalui Tenun

Program We for Jet didukung Oxfam mulai berjalan sejak Juli 2023.

Gema Alam NTB mengawalinya dengan koordinasi bersama pemerintah provinsi dan pemerintah di 3 kabupaten NTB yakni Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat.

Titik fokus Gema Alam adalah membangun sumber daya manusia (SDM) terutama kelompok rentan dan disabilitas.

Haiziah mengatakan terungkap perlunya membuka mata perspektif banyak pihak tentang kondisi yang dihadapi disablitas.

"Menjadi evaluasi dari kami bahwa ternyata selama ini perspektif dari banyak orang termasuk pemerintah terkait disabilitas ini perlu di buka lagi," ucap Haizah.

Baca juga: Gema Alam NTB Bekerjasama Dekranasda Gelar Lombok Tenun Expo, Ada Pameran dan Fashion Show

Sebelum melakukan pendataan disabilitas, pihak desa telah terlebih dahulu memiliki datanya.

Meski demikian indikatornya hanya pada kondisi fisik sementara lansia dan penderita stroke bahkan ODGJ tidak masuk dalam daftar.

Haizah menyoroti perempuan dan penyandang disabilitas yang perlu didorong untuk mampu menggunakan energi terbarukan dalam mengelola menjadi sebuah sarana bisnis.

Gema Alam sejak pada 2008 mulai membangun konsep keadilan gender serta inklusivitas.

Pada acara tersebut, Gema Alam NTB menggandeng stakeholder atau leading sektor di Lombok Timur, diantaranya Bappeda, DLHK, DP3AKB, Dinas Sosial, BPPD, dan dua Desa terkait yakni Desa Rarang dan Desa Tete Batu Selatan.

(*)