NTB

Wagub NTB Kembali Serukan Dukungan untuk Palestina

(Dok. Diskominfotik NTB)
Wakil Gubernur Provinsi NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah. (Dok. Diskominfotik NTB) 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, dukungan terhadap Palestina bukan hal yang menjadi perdebatan lagi. 

"Dukungan sekecil apapun sesuai kapasitas sangat dibutuhkan," katanya, saat membuka seminar internasional On The Future of Palestina, secara virtual di pendopo Wakil Gubernur NTB, Senin (7/6/2021).

Dikatakannya, penjajahan oleh Israel merupakan fakta. 

Oleh karena itu seluruh dunia terutama umat Muslim harus satu persepsi dan mendukung kemerdekaan Palestina. 

Baca juga: Disnakertrans NTB Hentikan Rekrutmen Pekerja Migran ke Kanada secara Ilegal

"Masih ada wacana bahkan dari kalangan umat Islam sendiri yang mengaburkan pemahaman tentang persoalan Palestina dan Israel," katanya. 

"Apa yang terjadi di sana ril penjajahan dan penindasan. Bahkan dunia internasional mengakuinya," tegas Rohmi.

Pemerintah Provinsi NTB sendiri tegas menyatakan sikap melawan segala bentuk penindasan. 

Wakil Gubernur Provinsi NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah. (Dok. Diskominfotik NTB)
Wakil Gubernur Provinsi NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah. (Dok. Diskominfotik NTB) (Dok. Diskominfotik NTB)

Meski demikian, secara politik dan diplomasi, PBB sebagai organisasi dunia belum bisa diandalkan karena tekanan dari negara-negara berkuasa seperti Amerika dan sekutunya. 

Oleh karena itu, dukungan sekecil apa pun akan sangat membantu rakyat Palestina seperti bantuan kemanusiaan bahkan doa. 

TGH Muharrar, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri yang membuka seminar mengatakan, obyektivitas  sejarah persoalan Palestina tidak bisa dipisahkan antara kemanusiaan dan kesatuan akidah. 

Ia mengingatkan, di masa Islam menguasai separuh dunia, Umar bin Khattab, salah seorang khalifah yang membuka pintu mesjid Al-Aqsa di Jerussalem. 

Baca juga: 1.200 Butir Bahan Peledak Disita Ditpolair Baharkam dan Polda NTB, Pedagang Terancam Hukuman Mati

Baca juga: Awalnya Tanya Uang Saku, Oknum Kepala SD di Bima Diduga Cabuli Murid saat Proses Belajar Mengajar

Dia mengatakan, tempat itu boleh dihuni oleh siapa saja yang menghargai kerukunan, kemanusiaan, dan saling menghormati tanpa sekat golongan dan agama.

"Jadi antara kemanusiaan dan kesatuan akidah tidak bisa dipisahkan. Umat harus bersatu membela Palestina," tegas 

Seminar digelar oleh Ikatan Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim yang tersebar di berbagai  lembaga seperti Universitas Indonesia dan luar negeri. 

Berita terkini di NTB lainnya.

(*)