LPS Goes to Campus di UIN Mataram, Edukasi Pentingnya Penjaminan Simpanan
LPS mengedukasi mahasiswa UIN Mataram tentang penjaminan simpanan dan risiko perbankan melalui program LPS Goes to Campus.
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Laelatunniam
Ringkasan Berita:
- LPS mengadakan “LPS Goes to Campus” di UIN Mataram untuk meningkatkan literasi keuangan mahasiswa, khususnya mengenai peran LPS dan risiko perbankan.
- OJK NTB menargetkan peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui kolaborasi dan survei bersama BPS, dengan fokus edukasi pada usia 15–20 tahun
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkuat edukasi dan literasi keuangan bagi mahasiswa melalui kegiatan “LPS Goes to Campus” di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Kamis (4/12/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Mataram.
Kepala Kantor Perwakilan LPS II, Bambang S. Hidayat menyampaikan, literasi keuangan diperlukan untuk memberikan pemahaman terkait bisnis perbankan yang terus berkembang.
“Kalau kita bicara bank itu, tahunya bank normal. Padahal bank tetap merupakan entitas bisnis yang memiliki risiko ada yang batuk, pilek, dan ada yang sakit,” ujar Bambang.
Karena itu sangat penting seorang nasabah bank memahami konsep penjaminan simpanan.
Penjaminan simpanan sendiri merupakan mekanisme yang bertujuan melindungi dan menjamin simpanan nasabah di bank jika bank tersebut mengalami kegagalan, seperti penutupan.
Lembaga yang bertugas melaksanakannya di Indonesia yakni Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), badan independen yang didirikan berdasarkan Undang-Undang.
Meski demikian, Bambang mengakui masih banyak masyarakat yang belum mengetahui fungsi LPS dalam menjamin keamanan simpanan nasabah di bank.
Karena itu, program yang menyasar mahasiswa ini diharapkan dapat membantu LPS memberikan pemahaman kepada masyarakat ketika terjadi masalah dalam perbankan.
“Kami hadir di sini untuk memperkenalkan LPS, fungsi dan perannya, serta konteks LPS dalam menjaga sistem keuangan,” jelasnya.
Baca juga: UIN Mataram Apresiasi LPS Goes to Campus, Mahasiswa Dapat Wawasan Baru
UIN Mataram menjadi kampus pertama yang dipilih di NTB untuk pelaksanaan kegiatan ini, dengan harapan dapat diperluas ke kampus-kampus lain di Lombok dan Sumbawa.
Tidak hanya menyasar mahasiswa, LPS juga menjangkau daerah tertinggal, terluar, dan terpencil (3T) untuk memberikan edukasi dan literasi keuangan.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Rudi Sulistyo, menyebutkan bahwa tingkat literasi keuangan saat ini mencapai 93 persen. Dengan kolaborasi berbagai pihak, ditargetkan angka tersebut dapat meningkat pada tahun 2029.
“Rencana Februari 2026 kita akan melakukan survei bersama BPS terkait literasi keuangan,” ujar Rudi.
| Wali Kota Mataram Tinjau TPU Baru di Monjok, Pastikan Kesiapan Lahan dan Akses |
|
|---|
| Cuaca Kota Mataram Besok Selasa 14 April 2026: Hujan Ringan di Ampenan, Cakranegara, Selaparang |
|
|---|
| Optimalkan PAD, BKD Kota Mataram Sasar Restoran Baru dan Pemutakhiran Data PBB |
|
|---|
| Karyawan MBG hingga Pegawai Kontrak PUPR Ditangkap Kasus Narkoba di Mataram |
|
|---|
| Cuaca Kota Mataram Besok Rabu 8 April 2026: Prakiraan Berawan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Literasi-keuangan-LPS.jpg)