Berita Lombok Timur
Program Desa Cantik Dicanangkan, Wabup Lombok Timur Tekankan Pentingnya Data Akurat
Wabup Lombok Timur tekankan data akurat krusial, kesalahan data bisa picu pemborosan anggaran besar.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Wabup Lombok Timur tekankan data akurat krusial, kesalahan data bisa picu pemborosan anggaran besar.
- Program Desa Cantik dorong desa jadi basis data pembangunan yang presisi dan berkelanjutan.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Wakil Bupati Lombok Timur, Moh Edwin Hadiwijaya, menegaskan bahwa penggunaan data yang tidak akurat dalam perencanaan pembangunan dapat berdampak fatal, termasuk memicu pemborosan anggaran hingga miliaran rupiah.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri sosialisasi dan pencanangan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) di aula Kantor Camat Terara, Selasa (14/4/2026).
“Bayangkan jika datanya salah, maka kebijakannya sudah pasti akan salah. Dampaknya, ketika kita harus mengoreksi kebijakan tersebut di kemudian hari, kita akan membutuhkan dana yang sangat besar,” ujarnya di hadapan kepala desa, perangkat daerah, dan jajaran Badan Pusat Statistik.
Edwin menegaskan, program Desa Cantik bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk membangun sistem perencanaan berbasis data yang lebih akurat dan terukur, dimulai dari tingkat desa.
“Membangun data itu pasti mulai dari desa, tidak bisa hanya dilakukan dari lantai enam atau kantor bupati. Desa Kumbang telah membuktikan keberhasilan itu, dan di sinilah letak pentingnya program Desa Cantik untuk memastikan data kita benar-benar akurat dari sumbernya,” tegasnya.
Baca juga: Bupati Sumbawa Canangkan Desa Rhee Sebagai Lokus Program ‘Desa Cantik’
Ia juga menyoroti pentingnya data sebagai instrumen strategis dalam menentukan arah kebijakan, termasuk berdasarkan pengalamannya mengikuti dinamika politik sejak Pilkada langsung NTB 2005 hingga perkembangan nasional terkini.
“Arah kebijakan tidak akan memiliki legalitas dan ketajaman tanpa dukungan data yang kuat dari akar rumput,” imbuhnya.
Edwin turut menitipkan pesan kepada para kepala desa yang akan mengakhiri masa jabatan dalam waktu dekat agar keberlanjutan program berbasis data tetap terjaga.
“Pemerintah kabupaten sangat berharap data yang dikumpulkan dari desa benar-benar valid, karena ketepatan program yang kami turunkan bergantung pada informasi dari tingkat paling bawah,” pesannya.
Sementara itu, Kepala BPS Lombok Timur, Sri Endah Wardanti, menegaskan bahwa pembangunan yang presisi hanya dapat terwujud jika didukung oleh data yang akurat, dengan desa sebagai pelaku utama pengelolaan statistik.
Ia menjelaskan, program Desa Cantik dirancang untuk meningkatkan literasi data, membangun kesadaran statistik, serta mengoptimalkan pemanfaatan data dalam perencanaan desa.
“Ada tiga desa yang resmi dicanangkan sebagai Desa Cantik adalah Desa Rarang, Rarang Selatan, dan Kalianyar hasil evaluasi mendalam dan kelanjutan program berkelanjutan BPS di Lombok Timur,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, menegaskan bahwa kehadiran program Desa Cantik bukan untuk menambah beban administratif desa, melainkan memastikan setiap penggunaan anggaran lebih tepat sasaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/DESA-CANTIK-2026.jpg)