Wisata Lombok Timur
Libur Panjang Sekolah, Sunrise Land Lombok Jadi Pilihan Berlibur Sembari Mencari Kerang
Dari pantauan, tampak pengunjung Sunset Land berdatangan silih berganti, mulai dari yang menggunakan bus, pickup, mobil hingga roda dua.
Penulis: Toni Hermawan | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Toni Hermawan
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pengunjung Pantai Sunrise Land Lombok (SLL), Labuhan Haji, Lombok Timur membludak saat libur lebaran dan tahun baru 1 Muharram 1447 hijriah.
Pantauan Tribun Lombok, tampak pengunjung berdatangan silih berganti, mulai dari yang menggunakan bus, pick up, mobil hingga roda dua. Tampak juga para pengunjung mandi di pantai, bermain pasir hingga santai di berugak (gazebo) yang telah disediakan.
Direktur Sunrise Land Lombok Qori Bayyinatorrosyi mengatakan, angka kunjungan ditaksir hingga 7 ribu pengunjung dalam libur panjang tahun 2025 ini.
“Hari Sabtu kemarin tercatat 4 ribu pengunjung, dan di hari Minggu ini ada tambahan 3 ribu kunjungan,” kata Qori saat memantau pengunjung di Sunrise Land Lombok, Minggu (29/6/2025).
Qori menyebut, pengunjung dapat menikmati sunrise dan menyeruput kopi di berugak-berugak yang telah disediakan.
“Kalau sore bisa mencari kerang saat air mulai surut atau biasa dikenal dengan madak,” sebutnya.
Dia melanjutkan, pengelola terus berupaya meningkatkan fasilitas untuk menarik pengunjung mulai dari penambahan tempat ibadah dan membilas.
“Itu yang masih kurang lokasi luas belum bisa memenuhi daya dukung yang sekarang,” akunya.
Baca juga: Momen Warga Ketemu Ariel CS di Wisata Sembalun Lombok Timur
Selain penambahan fasilitas, Qori bersama pengelola berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung, memastikan keamanan dan keselamatan saat pengunjung.
“Itu menjadi visi kami dan kebersihan adalah prioritas, kita ada koordinator atau crew khusus untuk menghandle keamanan,” tambahnya.
Pengelola juga membangun koordinasi dengan Damkar Lombok Timur, Polsek Labuhan Haji dam unsur terkait lainnya apabila pengunjung sudah membludak dan dikhawatirkan pengelola tidak mampu menghandlenya.
“Kami koordinasi dari BPBD, Damkar juga dan aparat keamanan untuk menjamin keamanan dan keselamatan pengunjung,” pungkasnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.