Senin, 27 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Pendaki Malaysia Terjatuh di Rinjani

TO Minta Pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani Sediakan Peralatan Rescue dan P3K

Ditambahkannya, pendaki tersebut tidak mengalami luka serius, namun kejadian ini diharapkan menjadi perhatian bersama guna mencegah kecelakaan serupa.

Penulis: Toni Hermawan | Editor: Sirtupillaili
Dok.Istimewa
TERGELINCIR - Kolase foto kondisi pendaki asal Malaysia, Nazli Bin Awang Ma'had yang mengalami luka-luka saat mendaki menuju Danau Segara Anak, Gunung Rinjani, Jumat, (27/6/2025). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Toni Hermawan

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pendaki asal Malaysia, Nazli Bin Awang Ma'had terjatuh saat menuju Danau Segara Anak, Jumat, (27/6/2025).

Pendaki tersebut diketahui berangkat mendaki, pada Kamis 26 Juni 2025 sekitar pukul 10.30 wita bersama 12 orang melalui pintu pendakian Kandang sapi Bawak Nao, Desa Sajang, Kecamatan Sembalun.

Ketua Asosiasi Trekking Organizer Lombok Utara, Munawir mengatakan, pendaki tersebut sudah mendapatkan pertolongan dan perawatan medis.

“Informasi kami terima dia alami luka dan sudah mulai membaik,” kata Munawir saat dihubungi, Sabtu (28/6/2025).

Ditambahkannya, pendaki tersebut tidak mengalami luka serius, namun kejadian ini diharapkan menjadi perhatian bersama guna mencegah kecelakaan serupa.

“Sekarang sudah mulai membaik,” tambahnya.

Baca juga: 5 Fakta Pendaki Malaysia Terjatuh di Jalur Danau Segara Anak Gunung Rinjani

Berkaca dari kasus jatuhnya pendaki WN Brasil, Juliana (27) di jalur menuju puncak Gunung Rinjani dan yang terbaru menimpa pendaki Malaysia, Aweng sapaan akrabnya,  meminta menjadi evaluasi pengelola, semisal menyediakan alat-alat rescue atau Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di jalur pendakian Rinjani.

“Aspirasi kami dari Trekking Organizer adanya fasilitas kayak P3K, atau sistem seperti apa karena itu (Juliana) jatuh ke kedalaman ratusan meter,” harapnya.

Selain perlengkapan P3K, pengelola  diminta melengkapi peralatan rescue seperti tali di Plawangan yang  menjadi tempat camping.

“Minimal kalau P3K, guide atau porter bisa memberikan pertolongan pertama,” harapnya.

Selain perlengkapan rescue dan peralatan P3K, diminta juga adanya persediaan makanan ataupun jaket yang dikhususkan untuk proses evakuasi jika terjadi kecelakaan.

“Paling di Plawangan bisa taruh tali panjang atau jaket penahan dingin serta makanan yang dikhususkan untuk korban yang dievakuasi, kami harap pengelola lebih memperhatikan hal-hal tersebut,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved