Sabtu, 11 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Dinas Pendidikan Kota Mataram Sebut Hanya Jadi Penerima Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Disdik Kota Mataram membeberkan program Makan Bergizi Gratis belum terlaksana dengan berbagai alasan.

TRIBUNLOMBOK.COM/WAWAN SUGANDIKA
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf. Disdik Kota Mataram membeberkan program Makan Bergizi Gratis belum terlaksana dengan berbagai alasan. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mengungkapkan hanya jadi penerima manfaat program makan bergizi gratis Prabowo-Gibran.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf mengaku tidak ikut mengurusi proses penyediaan makanan. 

“Kami (Disdik Kota Mataram) menjadi penerima manfaat saja, karena itu masalah pengelolaannya ya di badan gizi nasional,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf menjawab TribunLombok.com, Senin (6/1/2025)

Disdik Kota Mataram membeberkan program ini belum terlaksana dengan berbagai alasan. 

Baca juga: Intip Dapur Umum Makan Bergizi Gratis di NTB: Punya 50 Karyawan, Ada 2 Unit Kendaraan Khusus

Selain karena daerah ini belum menjadi sasaran awal pelaksanaan program. 

Di sisi lain, perlu persiapan mengenai kebutuhan gizi penerima. 

“Status gizinya juga kita belum tentukan, makanya Badan Gizi Nasional mungkin besok kepalanya mau menghadap baru kita jelas gimana mekanisme dapurnya,” tegasnya.

Ia mengungkap, sudah dibentuk tim satuan gizi yang telah dilatih selama 6 bulan.

Sebanyak 69 ribu siswa dan siswi di Kota Mataram yang akan menjadi target penerima manfaat

Rinciannya 62 ribu dari tingkat SD dan SMP, dan sebanyak 7 ribu dari TK dan PAUD.

“Sekarang dapurnya yang akan diakomodir siswa yang berada di sekitaran dapurnya itu,” katanya

Sebagai penerima manfaat, pihaknya berharap program ini tepat sasaran.

“Ini kan tidak semua anak anak dari latar belakang ekonomi yang mampu ada juga yang sasarannya adalah anak-anak yang berlatar belakang di bawah garis kemiskinan itu sasaran utama,” imbuhnya.

“Kita sudah diundang oleh Korem WB 162 bersama kodim, tapi putus ini komunikasinya besok kepala SPPGnya akan menghadap ke kita baru kita akan jelas nanti seperti apa dapurnya dan lainnya,” tutup Yusuf.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved