Pilkada NTB
Iqbal-Dinda Kokoh di Puncak Elektabilitas Menurut LSI
Paslon gubernur NTB 2024 Iqbal-Dinda unggul dalam survei yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI)
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Lembaga Survei Indonesia (LSI) telah merilis hasil survei terbaru elektabilitas tiga pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pada survei terebut, elektabilitas paslon nomor urut 3 Lalu Muhammad Iqbal dan Indah Damayanti Putri (Iqbal-Dinda) berada diurutan pertama.
Iqbal-Dinda unggul jauh dari 2 Paslon lain dengan torehan persentase 33,5 persen, disusul Paslon Rohmi-Firin dengan persentase 27,1 persen, terakhir ada Zul-Uhel dengan persentase 22 persen.
Menanggapi survei itu, Lalu Iqbal yang juga merupakan mantan Duta Besar Indonesia itu lantas tidak berpuas diri dan minta pendukung untuk tetap berjuang meraih kemenangan.
Ia juga mengaku optimis dengan keunggulannya di sejumlah lembaga survei akan menjadi penanda kemenangannya di Pilkada 2024.
“Alhamdulillah hampir semua lembaga survei menemukan bahwa elektabilitas pasangan Iqbal-Dinda jauh melampaui pasangan paslon 01 dan 02, tapi kan masih belum tanggal 27 ini nanti akan ada quick count kemudian ada real count,” ucap Iqbal saat ditemui usai acara kampanye akbarnya di Lappangan Gotong Royong Masbagik, Kamis (21/11/2024).
Meski begitu lanjut dia, yang diharapkan bukan hanya saja menang di lembaga survei, namun juga menang di pertarungan sesungguhnya nanti pada 27 November 2024.
“Mohon doanya, mudah-mudahan hasil lembaga survei ini juga sama dengan hasil real nya nanti,” pungkasnya.
Baca juga: Ribuan Masyarakat Padati Kampanye Iqbal-Dinda di Lombok Timur
Diberitakan sebelumnya, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan yang membuat Iqbal-Dinda dipilih yang paling tinggi dikaitkan dengan jujur dan bersih dari korupsi.
Hal itu pula yang membuat dalam simulasi tiga pasangan calon dengan menggunakan surat suara, Iqbal-Dinda masih kokoh di puncak dengan 33,5 persen.
Djayadi Hanan menyebutkan, yang membuat Iqbal-Dinda dipilih yang paling tinggi dikaitkan dengan jujur dan bersih dari korupsi.
Hal itu pula yang membuat dalam simulasi tiga pasangan calon dengan menggunakan surat suara, Iqbal-Dinda masih kokoh di puncak dengan 33,5 persen.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.