Minggu, 12 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Sejarah Hari Oeang Republik Indonesia dan Tantangan di Era Digital 

Sejarah Hari Keuangan Nasional atau HORI diperingati setiap tanggal 30 Oktober karena pada tanggal itu Oeang Republik Indonesia (ORI) mulai berlaku.

Editor: Sirtupillaili
pixabay.com
Ilustrasi hari keuangan nasional Indonesia 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Hari ini, tanggal 30 Oktober 2024, Indonesia memperingati Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) ke-78.

Seluruh insan Kementerian Keuangan memperingati Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) setiap 30 Oktober. Bertepatan dengan hari pertama uang RI mulai berlaku.   

Peringatan HORI atau Hari Uang Nasional ke-78 tahun ini mengangkat tema "Tulus dalam Pelayanan, Transformasi Berkelanjutan".

Tema ini diangkat Kementerian Keuangan dengan harapan Kemenkeu memberikan pelayanan yang tulus dan mampu beradaptasi sebagai untuk menghadapi tantangan global yang terus berubah.

Sejarah HORI

Sejarah Hari Keuangan Nasional atau HORI diperingati setiap tanggal 30 Oktober karena pada tanggal itu Oeang Republik Indonesia (ORI) mulai berlaku untuk pertama kalinya.

Pada saat pertama kali diterbitkan, ORI tidak bisa langsung didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia karena gangguan dari tantara Belanda saat ini. Sehingga tidak heran, pada lembar ORI pertama, di sana tertulis emisi bertanggal 17 Oktober 1945.

Upaya tantara Belanda yang ingin Kembali berkuasa di Indonesia membuat peredaran ORI sempat terhambat.

Bahkan, NICA (Netherlands Indies Civil Administration atau Pemerintahan Sipil Hindia Belanda) mengeluarkan mata uang NICA. Mata uang NICa dirilis pada tanggal 6 Maret 1946 sebagai tandingan ORI.

Hal tersebut kemudian menambah inflasi dan melanggar kedaulatan Indonesia.

Di sisi lain, ORI diterbitkan Pemerintah Republik Indonesia sebagai identitas dan bentuk kedaulatan ekonomi. Uang atau Oeang jadi upaya untuk menyehatkan perekonomian Indonesia yang sedang mengalami inflasi tinggi.

ORI diterbitkan untuk menggantikan mata uang yang sebelumnya diterbitkan Pemerintah Belanda dan Jepang, sebagai salah satu bentuk perlawanan Indonesia.

ORI dibuat dalam desain dan bahan kertas yang sederhana tetapi mampu membangkitkan semangat rakyat Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan ekonomi Indonesia.

Dalam perjalannya, semua hambatan tersebut tidak menyurutkan semangat rakyat untuk mendukung penggunaan ORI di wilayah Indonesia. Warga berjuang mengedarkan ORI di wilayah Indonesia dan memasukkan ORI ke daerah yang diduduki Belanda dengan berbagai siasat.

Rakyat juga tidak mau menggunakan mata uang yang diterbitkan NICA dan lebih memilih menggunakan ORI dalam bertransaksi.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved