MotoGP Mandalika 2024
Basarnas Siagakan 2 Helikopter dan 7 Kapal untuk Evakuasi Pembalap MotoGP Mandalika 2024
Peralatan medis yang dimaksud diantaranya, alat monitor jantung, ventilator dan oksigen, sesuai dengan standar evakuasi bila terjadi kecelakaan.
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Sirtupillaili
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Kusworo mengecek langsung kesiapan helikopter untuk mengakut pembalap dalam kondisi darurat, di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024.
Kusworo mengatakan, di dalam Helikopter tipe HR-3606 itu sudah diinstal peralatan medis sesuai dengan standar yang diinginkan Dorna, terlebih tahun 2025-2027 Mandalika kembali menjadi tuan rumah MotoGP.
Peralatan medis yang dimaksud diantaranya, alat monitor jantung, ventilator dan oksigen, sesuai dengan standar evakuasi bila terjadi kecelakaan. Dia juga memastikan seluruh perlengkapan tersebut berfungsi dengan baik.
"Tentunya tahun ke tahun kita evaluasi, khusus tahun ini kami Basarnas kami menyediakan alat-alat medis di dalam pesawat helikopter yang tentunya sudah berkoordinasi dengan panitia (Dorna)," kata Kusworo, Sabtu (28/9/2024).
Baca juga: Pertamina Patra Niaga bersama Mandiri Luncurkan Kartu Kredit Co-Brand MyPertamina saat MotoGP 2024
Perhelatan MotoGP Mandalika kali ini Basarnas menyiagakan dua helikopter yang diberangkatkan dari Surabaya. Selain itu Basarnas juga menyiagakan tujuh unit kapal di Pantai Mandalika untuk mengantisipasi kecelakaan laut selama MotoGP berlangsung.
Kusworo mengatakan Basarnas juga menyiagakan 17 unit kendaraan evakuasi dan 100 personil untuk mengamankan MotoGP Mandalika.
"Kalau petugas pastinya kita standby-kan, selain itu ada dua Helikopter didalam dan satu di luar untuk mengantisipasi segala dinamika, namun semuanya sudah kita lakukan simulasi," katanya.
Joge Martin Jatuh
Sementara itu, dari lintasan balap, pembalap Prima Pramac Racing Jorge Martin gagal naik podium di sprint race MotoGP Mandalika, Sabtu (28/9/2024).
Padahal, pemuncak klasemen ini start dari pole position atau sebagai yang paling depan berkat hasil kualifikasi.
Martin tidak bisa memaksimalkan keunggulan ini menjadi podium bahkan parahnya sama sekali tidak bisa mendulang poin.
Akibatnya, Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo), yang memenangi balapan sprint, bisa memangkas jarak di klasemen hingga menjadi 12 poin saja.
"Saya tidak mengerti kenapa saya jatuh. Saya lihat itu normal. Saya perlu melihat lebih jauh," urainya dalam sesi wawancara.
Namun ternyata, jika dilihat berdasarkan data, Martin terlalu cepat melaju di tikungan 16 itu. Walaupun belakangan dia menyangkalnya.
"Saya tidak berpikir saya melebihi batas. Saya merasa baik. Intinya adalah saya jatuh, saya finis 10 jadi saya kehilangan poin," bebernya.
Cerita Sukses Troy Reza Waroka Jadi Chairman MotoGP Mandalika 2024, Sebut Soal Ide Orisinil |
![]() |
---|
Klarifikasi Dirut MGPA Soal Volunteer MotoGP Belum Dibayar, Siapkan Anggaran Rp1,4 Miliar |
![]() |
---|
Sosok Bombom, Pengusaha Lokal di Balik Suksesnya Event MotoGP Mandalika |
![]() |
---|
MotoGP Mandalika Sukses Digelar, Hosting Fee hingga Harga Akomodasi Jadi Bahan Evaluasi |
![]() |
---|
Dorna Pastikan MotoGP Mandalika Bisa Digelar Sampai 2031, Anggap Indonesia sebagai Pasar Strategis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.