POPULER Hari Ini: 2 Bakal Cagub NTB Cari Parpol, Anggota Dewan di Bima Cekcok dengan Polisi
Berikut kumpulan berita populer NTB yang dihimpun TribunLombok.com hari ini
TRIBUNLOMBOK.COM - Berikut kumpulan berita populer NTB yang dihimpun TribunLombok.com hari ini.
Dimulai dengan sejumlah calon Gubernur NTB yang kini mencari Parpol pengusung agar bisa mendaftar ke KPU.
Yakni Lalu Gita Ariadi yang juga Sekda NTB dengan pasangannya Sukiman Azmy.
Keduanya yakin bisa maju Pilgub NTB 2024 berbekal harapan mendapat dukungan Parpol yang belum menyatakan dukungan.
Demikian juga duet Sitti Rohmi Djalillah dan Musyafirin yang berburu tambahan dukungan Parpol meski sudah mengantongi rekomendasi Perindo.
Di Bima, heboh anggota dewan yang cekcok dengan polisi dan videonya viral di media sosial.
Baca Selanjutnya: Belum ada parpol pengusung di pilkada ntb lalu gita sebut urusan parpol diserahkan ke sukiman
Adalah, Rafidin, politisi PAN yang mengaku tidak terima saat ditilang pada razia Operasi Patuh Rinjani 2024.
Belakangan, Rafidin akhirnya membuat SIM A baru.
1. Gita-Sukiman Berburu Parpol
Lalu Gita Ariadi belum mendapatkan satupun rekomendasi dari partai politik.
Kendati demikian, Gita optimis bisa mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) nanti.
Gita mengatakan, saat ini tim pemenangnya sedang berikhtiar untuk mendapatkan rekomendasi dari partai politik.
Baca juga: VIRAL Video Anggota DPRD Bima Pengemudi Fortuner Cekcok dengan Polisi Saat Kena Tilang
Menurutnya dinamika politik masih bisa berubah sebelum para calon gubernur dan calon wakil gubernur belum mendapatkan surat rekomendasi B1KWK.
"Untuk urusan partai politik dan sebagainya saya percayakan kepada Sukiman, beliau yang selama ini dan tim yang mengurusnya," kata Gita, Senin (22/7/2024).
Mantan Penjabat Gubernur NTB itu membantah jika duet Gita-Sukiman atau Gasman tersandera lantaran belum mendapatkan parpol.
Gita menegaskan mereka optimis pasangan Gasman bisa mendapatkan parpol.
"Di dalam tim itu ada orang kami, ada orang beliau (Sukiman), dan dalam sebuah koordinasi yang cukup bagus. Cuma dalam action, kami tidak action langsung," jelas Gita.
Bahkan Gita menyebut masih ada beberapa parpol yang belum menentukan arah dukungannya, hal tersebut memberikan peluang bagi pasangan Gasman untuk tetap melaju di Pilgub NTB.
"Ada PPP dan PKB kalau itu gabung bisa jadi ada poros baru istilahnya. Semua ingin mendapatkan untuk pasti mendaftar," kata Gita.
2. Rohmi-Firin Cari Tambahan Kursi
DPW Perindo NTB mengklaim partai pengusung Sitti Rohmi Djalillah-HW Musyafirin atau Rohmi-Firin akan terus bertambah untuk Pilgub NTB 2024.
Wakil Ketua DPW Perindo NTB Muhamad Samsul Qomar mengatakan, sejumlah partai telah menyatakan dukungannya kepada Rohmi-Firin.
"Kami sudah mendapatkan dukungan dari Partai Bulan Bintang, PKB, PDIP, Perindo, dan PPP," terang Muhamad Samsul Qomar (MSQ) kepada Tribun Lombok di Praya, Senin (22/7/2024).
MSQ mengatakan, tim Rohmi-Firin terus berkomunikasi partai lain untuk menambah dukungan.
"Selain itu, kami masih menjalin komunikasi intensif dengan partai lain seperti Golkar, Nasdem, bahkan Gerindra, dan Demokrat," ujarnya.
Gerindra diketahui final mendukung Lalu Iqbal-Indah Dhamayanti Putri.
Sementara Demokrat telah menyerahkan dokumen SK B1KWK kepada duet Zulkieflimansyah-Suhaili FT.
Menurut MSQ, dukungan partai dapat berubah hingga hari H pendaftaran pada tanggal 27-29 Agustus 2024.
"Jika ada yang menyatakan PPP, Gerindra dan Golkar telah dikunci oleh pasangan lain, ya tidak apa-apa. Pasangan kami sudah sering ikut pilkada, punya pengalaman, jadi terbiasa dengan isu-isu seperti itu," jelas Ketua KONI Lombok Tengah ini.
MSQ menjelaskan, Rohmi-Firin sama sekali tidak kesulitan mendapatkan partai pengusung.
"Tim kami sangat memahami dinamika politik dan dukungan partai, dan saat ini hampir 30 persen dari ambang batas partai pengusung sudah kami pegang," tegasnya.
"Kami meyakini partai-partai akan mengusung calon berdasarkan data survei mereka, basis data, basis massa, serta basis logistik, bukan berdasarkan klaim," sambungnya.
Pihaknya akan mengumumkan secara resmi dukungan partai pengusungnya.
Dia meyakini partai-partai tersebut ingin menang dan mengusung yang berpotensi menang, bukan sekadar klaim.
MSQ menjelaskan, elektabilitas Rohmi-Firin dilaporkan terus mengalami peningkatan signifikan di berbagai wilayah.
"Berdasarkan bocoran survei dari salah satu lembaga kredibel, pasangan ini mencatat kenaikan elektabilitas sebesar satu digit di wilayah Lombok Barat (Lobar), Mataram, dan Lombok Utara (KLU), serta mencapai lebih dari 60 persen di Lombok Timur. Di Pulau Sumbawa, tren positif juga terlihat. Detail hasil survei nanti akan dirilis secara resmi," jelas MSQ.
3. Anggota Dewan Cekcok dengan Polisi
Viral video cekcok antara polisi dengan anggota DPRD Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) bernama Rafidin.
Video anggota DPRD cekcok dengan polisi di Bima viral di media sosial setelah peristiwa terjadi pada razia Operasi Patuh Rinjani, Sabtu (20/7/2024).
Dalam video erlihat anggota polisi yang bertugas menunjukan bahwa pajak kendaraan milik Rafidin mati sejak Mei 2020.
"STNK mati dari tahun 2020," kata anggota polisi itu sembari memperlihatkan STNK.
Informasi dihimpun TribunLombok.com, cekcok terjadi lantaran Rafidin diduga menolak ditilang karena tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) A.
Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Fortuner dengan nomor polisi B 1744 CLR juga dalam kondisi mati.
"Nggak perlu dibaca begitu, begitu. Siapa yang mengancam, cuma ndak perlu dibaca-baca begitu," timpal Rafidin.
Menangapi itu, Kasat Lantas Polres Bima, Iptu Adi Rijal Pangihutan Sipayung membenarkan telah menilang anggota DPRD.
"Betul ada anggota DPRD yang kita tilang kemarin," terangnya melalui pesan singkat, Senin (22/7/2024).
Rafidin membantah dirinya menolak untuk ditilang saat terjaring Razia Operasi Patuh Rinjani.
"Itu kemarin di lapangan miskomunikasi, saya waktu itu bukan berontak, saya minta dia simpan (tahan) STNK mobil sebagai jaminan," terang Rafidin melalui sambungan telepon, Senin (22/7/2024).
Ia mengakui jika kendaraan tersebut memiliki nomor kendaraan plat Jakarta dan saat ini masih dalam proses perpanjangan surat.
"Matinya baru dua bulan. Ini di Jakarta coba di Bima bisa sehari dua hari (urus.Red)," keluhnya.
Ia juga membantah jika Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil yang dikendarainya itu mati selama empat tahun.
Rafidin juga mengakui mobil tersebut merupakan kedaraan pribadinya, namun masih atas nama orang lain.
"Ini bukan mobil dinas, ini mobil pribadi, nanti saya kirimkan BPKB lengkap dan kwitansi jual-belinya" sambung Rafidin.
Rafidin mengaku, dirinya memiliki SIM namun saat berkendara lupa membawa SIM. Saatnya dicek SIM yang ia pegang juga ternyata sudah mati.
"Tadi sudah buat sim, ternyata kalau SIM mati itu buat ulang," terang Rafidin.
Kejadian yang viral itu juga ditegaskan bukan untuk saling menjatuhkan satu sama lainnya. Permasalahan ini pun sudah diselesaikan.
"Bukan saya sama Satlantas saling menjatuhkan, tidak ada itu, tadi sudah diselesaikan (berdamai)" akunya.
(TribunLombok.com/Wahyu Widiyantoro)
TribunLombok Populer
NTB
TribunViral
TribunBreakingNews
Sitti Rohmi Djalillah
Musyafirin
Lalu Gita Ariadi
Sukiman Azmy
| Cuaca Kota Mataram Selasa 21 April 2026: 6 Wilayah Ini Hujan Ringan |
|
|---|
| Cuaca NTB Selasa 21 April 2026: Lombok Timur-Lombok Tengah Hujan Sedang |
|
|---|
| Satu Jemaah Haji Lombok Tengah Wafat, Kursi Kosong Tetap Terisi Sebelum Berangkat |
|
|---|
| 19.834 PMI di Lombok Timur Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan |
|
|---|
| JCH NTB Masuk Asrama Mulai Besok, Jemaah Dilarang Bawa Sambal-Makanan Tradisional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/kolase-foto-viral-anggota-dewan-ditilang-polisi.jpg)