MGPA
Shell Eco-marathon 2025 Pindah ke Qatar, Sebut Ingin Ciptakan Keseimbangan
penyelenggaraan Shell Eco-marathon 2025 di Qatar karena pihaknya berusaha untuk menjaga keseimbangan.
Penulis: Sinto | Editor: Sirtupillaili
Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Shell Eco-marathon Asia Pasifik dan Timur Tengah 2025 secara resmi pindah ke Qatar setelah sukses tiga tahun berturut-turut di Sirkuit Internasional Mandalika.
Vice President Corporate Relations Shell Indonesia Susi Hutapea mengatakan, penyelenggaraan Shell Eco-marathon 2025 di Qatar karena pihaknya berusaha untuk menjaga keseimbangan.
Hal ini karena event Shell Eco-marathon adalah event untuk regional yaitu Asia Pasifik dan Timur Tengah.
"Indonesia dipandang sebagai lokasi yang tepat untuk menyelenggarakan cakupan Asia Pasifik dan Qatar dianggap sebagai titik yang tepat untuk Timur Tengah," terang Susi Hutapea.
Susi mengatakan, Shell Eco-marathon 2025 di Qatar tentunya ada plus minusnya bagi tim mahasiswa dari Indonesia. Tentunya mereka akan mengeluarkan biaya jauh lebih besar untuk bisa berlaga ke Qatar.
Baca juga: 3 Tahun di Mandalika, Shell Eco-marathon Konsisten Latih Mahasiswa Indonesia Disiplin Berinovasi
Namun, hal yang sama telah dirasakan oleh peserta dari luar negeri khususnya Timur Tengah saat mereka datang ke Sirkuit Mandalika, Indonesia.
"Jadi kita berusaha menjaga keseimbangan itu. Tidak melulu harus ada di satu negara saja," beber Susi.
Dikatakan Susi, pihaknya saat ini Shell Indonesia dan Shell Qatar masih melakukan kajian seperti apa nantinya bentuk dukungan terhadap tim mahasiswa Indonesia termasuk pula tim dari berbagai negara agar bisa hadir.
Hal ini karena Shell Qatar pun menyadari besarnya cost yang harus ditanggung karena secara lokasi, Shell Qatar lebih jauh.
Lebih lanjut Susi mengungkapkan, kedepan pihaknya berharap bisa menyediakan wadah mahasiswa untuk memanfaatkan inovasinya dan pemerintah mengembangkan apa yang ada dari mahasiswa dan selanjutnya pihak industri tertarik untuk melirik.
"Kamilah yang menciptakan wadahnya. Kalau dilihat dari seluruh inovasi maupun temuan mahasiswa, Shell tidak akan melakukan klaim apapun. Shell tidak akan terkait dengan hak ciptanya, patennya. Sepenuhnya milik mahasiswa," terang Susi.
"Lulusan atau alumni Shell Eco-marathon itu biasanya memang langsung 'ditelen' dan dilahap oleh perusahaan-perusahaan besar. Salah satu komentar yang saya terima adalah mengapa alumni Shell Eco-marathon tidak cepat-cepat dikunci oleh Shell Indonesia tapi direbut oleh perusahaan lain? Kami tetap terbuka, memang ada alumni Shell Eco-marathon yang pada akhirnya bekerja di Shell Indonesia. Tapi itu adalah upaya kami untuk menciptakan insinyur yang lebih kompetitif. Percayalah bahwa Shell Eco-marathon akan membuat CV lebih mengkilap," pungkas Susi.
Sementara itu, direktur utama NGGA Priandhi Satria mengatakan, mengenai ajang SEM tahun 2025 yang digelar di Doha, Qatar diakui sudah menjadi keputusan pihak Shell Global bukan Shell Indonesia.
Selama ini penyelenggaraan Shell Eco-Marathon selalu berpindah-pindah, kebetulan saja Indonesia kebagian tiga tahun berturut-turut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Selebrasi-kemenangan-tim-Sapuangin-ITS.jpg)