Senin, 27 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

RSUD Provinsi NTB Edukasi Penyebab dan Cara Pencegahan Kanker Kolorektal

ketika sel kanker Kolorektal mulai berkembang maka muncul beberapa gejala

Penulis: Laelatunniam | Editor: Wahyu Widiyantoro
pixabay.com
ilustrasi sakit perut. ketika sel kanker Kolorektal mulai berkembang maka muncul beberapa gejala. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Laelatunni'am

TRIBUNLOMBOK. COM, MATARAM - Kanker rektum atau kanker kolorektal merupakan kanker ganas atau sel tumor ganas pada usus besar yang menyebar kemudian merusak jaringan-jaringan yang lain.

Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif RSUD Provinsi NTB, dr. Arif Zuhan, Sp. B (K) BD menyebut kanker kolorektal menjadi penyakit nomor satu tertinggi di rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB.

Arif menjelaskan kanker rektum pada tahap awal tidak menampakkan gejala apa-apa, namun ketika sel kanker mulai berkembang maka muncul beberapa gejala berikut.

"Gejala yang muncul seperti BAB berdarah dan berlendir, BAB yang tidak tuntas, nyeri perut, diare yang tidak kunjung sembuh, penurunan berat badan dan kurangnya nafsu makan," jelas Arif.

Baca juga: Dokter RSUD Provinsi NTB Sebut Merokok Bisa Menyebabkan Kanker Pita Suara

Arif menjabarkan ada beberapa faktor yang memicu meningkatnya risiko terjadinya kanker kolorektal.

Pertama usia. Seiring bertambahnya usia seperti suka 45 tahun ke atas akan menambah resiko terjadinya kanker kolorektal.

Faktor kedua genetik atau keturunan. Faktor gen cukup berpengaruh terhadap terjadinya kanker kolorektal.

Jika dalam garis keturunan ada penderita diabetes atau obesitas juga akan menjadi faktor resiko terjadinya kanker kolorektal.

Ketiga kebiasaan pola hidup yang tidak sehat. Merokok, minum alkohol, konsumsi makanan yang tidak sehat termasuk faktor risiko terjadinya kanker rektum.

Baca juga: Kanker Kolorektal Paling Banyak Diderita di NTB, Berikut Penyebab dan Cara Pencegahannya

Bagi penderita penderita kanker rektum ada pantangan makanan yaitu daging merah, karena daging merah beresiko mempercepat perkembangan sel kanker sehingga harus dibatasi.

"Kemudian hindari makanan yang terlalu gosong, dibakar, makanan yang berpengawet, minum alkohol dan merokok," lanjutnya.

Lalu bagaimana cara agar terhindar dari kanker kolorektal?

Arif memberi pesan untuk menjaga pola hidup sehat.

Mulai dari menjaga pola makan sehat, hindari junk food, makanan berpengawet, pola BAB, minum air putih yang cukup dan olahraga teratur.

Hal ini dapat mengurangi risiko terjadinya kanker kolorektal.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved