NTB
Kanker Kolorektal Paling Banyak Diderita di NTB, Berikut Penyebab dan Cara Pencegahannya
Penulis: Laelatunniam | Editor: Endra Kurniawan
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Laelatunni'am
TRIBUNLOMBOK. COM, MATARAM - Kanker rektum atau kanker kolorektal menjadi penyakit nomor satu tertinggi yang diderita pasien rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB.
Hal tersebut disampaikan dr. Arif Zuhan, Sp. B (K) BD, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif RSUD Provinsi NTB.
Kanker kolorektal merupakan kanker ganas atau sel tumor ganas pada usus besar yang menyebar kemudian merusak jaringan-jaringan yang lain.
Dokter Arif menjelaskan kanker kolorektal pada tahap awal tidak menampakkan gejala apa-apa, namun ketika sel kanker mulai berkembang maka muncul beberapa gejala berikut.
"Gejala yang muncul seperti BAB berdarah dan berlendir, BAB yang tidak tuntas, nyeri perut, diare yang tidak kunjung sembuh, penurunan berat badan dan kurangnya nafsu makan," jelas dokter Arif.
Baca juga: Peringati Hari Kanker Sedunia, RSUD Provinsi NTB Gelar Edukasi Deteksi Kanker Sejak Dini
Dokter Arif menjabarkan ada beberapa faktor yang memicu meningkatnya risiko terjadinya kanker kolorektal.
Pertama usia, sering bertambahnya usia seperti 45 tahun ke atas akan menambah risiko terjadinya kanker kolorektal.
Faktor kedua genetik atau keturunan, faktor gen cukup berpengaruh terhadap terjadinya kanker kolorektal.
Semisal ada dalam garis keturunan ada penderita diabetes atau obesitas juga akan menjadi faktor resiko terjadinya kanker kolorektal.
Ketiga, kebiasaan pola hidup yang tidak sehat, merokok, minum alkohol, konsumsi makanan yang tidak sehat termasuk faktor risiko terjadinya kanker rektum.
Bagi penderita penderita kanker kolorektal ada pantangan makanan yaitu daging merah, karena daging merah berisiko mempercepat perkembangan sel kanker sehingga harus dibatasi.
Baca juga: Dokter RSUD Provinsi NTB Sebut Stres dan Gaya Hidup Pemicu Utama Kanker
"Kemudian hindari makanan yang terlalu gosong, dibakar, makanan yang berpengawet, minum alkohol dan merokok," lanjutnya.
Lalu bagaimana cara agar terhindar dari kanker kolorektal? Dokter Arif memberi pesan untuk menjaga pola hidup sehat.
Mulai dari menjaga pola makan sehat, hindari junk food, makanan berpengawet, pola BAB, minum air putih yang cukup dan olahraga teratur.
Hal ini dapat mengurangi risiko terjadinya kanker kolorektal.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Kanker-Kolorektal-Paling-Banyak-Diderita-di-NTB-Berikut-Penyebab-dan-Cara-Pencegahannya.jpg)