Minggu, 26 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Wisata Lombok

Kesegaran Air Pegunungan di Kolam Pemandian Suranadi

Pengunjung dapat menikmati berenang di air dingin dengan udara sejuk sambil ditemani monyet yang berkeliaran di ranting-ranting pohon

Penulis: Laelatunniam | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/ABDI ANANTA
Sejumlah pengunjung berenang di Kolam Pemandian Suranadi di Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Laelatunni'am

TRIBUNLOMBOK. COM, MATARAM - Beragam piliha wisata tersaji di Lombok, Nusa Tenggara Barat mulai dari pantai hingga gunung.

Tujuan wisata populer seperti Gili Trawangan dan Mandalika menyajikan keindahan pantai.

Di sisi lain, Kolam Pemandian Suranadi menawarkan pilihan wisata yang berkaitan dengan air tetapi lokasinya di pegunungan.

Kolam Pemandian Suranadi, berada di Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Baca juga: Wisata Lombok, Menikmati Kolam Suranadi, Air Gunung yang Segar dan Bebatuan Alam di Dasarnya

Kolam Suranadi berada tidak jauh dari pusat Kota Mataram atau hanya 30 menit perjalanan dengan sepeda motor.

Kolam suranadi merupakan kawasan hutan wisata, sehingga wisatawan dapat menikmati udara sejuk ditemani monyet yang berkeliaran di ranting-ranting pohon.

Pemandiannya berkonsep alami dengan kolam dari batuan alam dikelilingi pohon rindang dan air yang bersumber dari pegunungan.

Wahana pemandian tersedia berupa kolam besar untuk dewasa, kolam anak dan mini river tubing.

Baca juga: Mengenal Kawasan Wisata Suranadi Lombok Barat yang Kembali Ramai Dikunjungi Wisatawan Lokal

Usai berenang, pengunjung bisa menikmati kuliner khas Lombok Sate Bulayak.

Adapun tiket masuk ke Kolam Pemandian Suranadi yaitu, Rp 10 ribu untuk dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak.

Direktur PT Patut Patuh Patju (Tripat) Eko Esti Santoso mengatakan Kolam Suranadi punya keistimewaan.

Pertama, suhu airnya dingin menyegarkan yang tidak dapat ditandingi tempat wisata Taman Narmada sekalipun.

Juga ada bangunan peninggalan Belanda yang dibangun sebelum Indonesia merdeka.

Eko mengungkap pengelola akan merenovasi gazebo.

Selanjutnya merenovasi peninggalan Belanda sebagai tempat penginapan, restoran dan wahana bersantai.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved