Gede Pasek Berharap Anas Urbaningrum Seperti Anwar Ibrahim, Berkibar Lagi di Politik
Perubahan itu menyusul telah bebas murninya Anas Urbaningrum dari kasus korupsi Hambalang. Anas telah disiapkan menduduki posisi ketua umum PKN.
TRIBUNLOMBOK.COM, DENPASAR - Partai Kebangkitan Nusantara atau PKN bakal melakukan perubahan besar dalam struktur kepengurusan DPP.
Perubahan itu menyusul telah bebas murninya Anas Urbaningrum dari kasus korupsi Hambalang. Anas telah disiapkan karpet merah untuk menduduki posisi ketua umum PKN.
Baca juga: PKN NTB Realistis Bidik Papan Tengah di Pemilu 2024, Berharap Tuah Anas Urbaningrum
Sementara Ketum PKN Gede Pasek Suardika (GPS) bakal disiapkan posisi baru sebagai ketua majelis partai. Duo sahabat itu bakal bersinergi membesarkan PKN yang baru pertama kali menjadi peserta pemilu di 2024 mendatang.
GPS yang dikonfirmasi Tribun Bali, Selasa (11/7/2023) malam, membenarkan adanya agenda musyarawah luar biasa (Munaslub) pada 14 sampai 16 Juli 2023 di Jakarta.
Munaslub itu akan mengangkat Anas menjabat sebagai Ketum PKN. GPS berharap, Anas dapat menjadi sosok seperti Anwar Ibrahim di Malaysia.
Kendati Anwar Ibrahim sempat terjerat kasus, namun hal tersebut tak mengurungkan semangatnya untuk dapat bangkit kembali.
“Mudah-mudahan nanti AU (Anas Urbaningrum) bisa seperti AI, Anwar Ibrahim yang sama-sama kena kasus korupsi, bahkan Anwar Ibrahim terkena kasus pedofilia, tapi malah menjadi ketua umum partai baru yang memang bisa kembali,” ujar GPS.
GPS menjelaskan, alasan diusulkannya Anas sebagai Ketum PKN, guna mengembalikan hal yang sempat dirampas dari sahabatnya itu pasca terjerat kasus.
Bagi GPS, kasus yang menimpa Anas Urbaningrum merupakan bentuk kriminalisasi. Selain itu, GPS juga ingin memberi wadah bagi Anas untuk dapat menyampaikan hal yang diklaimnya merupakan kebenaran.
“Ini kan memang ingin mengembalikan sesuatu yang dirampas dari kriminalisasi itu kan. Karena sangat banyak yang meyakini kemarin itu peristiwa kriminalisiasi. Bukan peristiwa penegakkan hukum. Kan baru kemarin dia (Anas) bebas murni. Jadi baru bisa mulai bergerak untuk menjelaskan kepada publik, tentu dengan cara bertahap apa yang terjadi,” paparnya.
Dalam rencananya nanti, Anas dan Gede Pasek akan berduet memimpin PKN. GPS menuturkan, Munaslub PKN akan membahas sejumlah agenda. Mulai dari penyusunan dan penyempuranaan AD/ART, pembentukan lembaga baru, hingga pergantian ketua umum.
“Agenda Munaslub ya penantaan AD/ART, penyempurnaan AD/ART, dari penyempurnaan AD/ART itu kemudian ada rencana lembaga baru nanti yang akan dibentuk. Kemudian pergantian ketua umum juga,” ungkap GPS.
Setelah Anas menduduki jabatan Ketum, akan ada pembentukan lembaga baru di PKN untuk GPS. GPS nantinya akan menempati jabatan baru sebagai ketua dalam lembaga sejenis majelis tinggi di PKN. Namun, GPS yang pernah menjabat sebagai anggota DPR RI dari Demokrat itu belum membeberkan nama lembaga baru yang akan dibentuk di tubuh PKN.
“Tyang (saya) nanti memegang salah satu ketua lembaga baru. Nanti diputuskan. Sejenis itu (majelis). Nanti namanya apa, nanti ditentukan,” ungkapnya.
Soal kewenangan lembaga baru yang akan dibentuk itu, GPS menerangkan bahwa ada dua nakhoda yang akan mengelola PKN. Sehingga, sifat koordinasi dan kewenangannya berbentuk dwi tunggal.
“Nanti sifatnya dua orang yang mengelola partai yang saling menunjang. Kewenangannya nanti dwi tunggal. Berdua,” pungkasnya. (mah/tribun bali)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Anas-Urbaningrum-bebas.jpg)