Kamis, 16 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita Mataram

Konservasi Penyu Pantai Mapak Indah Kota Mataram Terancam Abrasi

bangunan kokoh tempat penangkaran berulang kali direlokasi imbas ganasnya abrasi

TRIBUNLOMBOK.COM/AHMAD WAWAN SUGANDIKA
Penampakan abrasi di Pantai Mapak Indah, Sekarbela, Kota Mataram. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Ancaman abrasi mengintai pesisir barat Kota Mataram.

Area konservasi penyu yang ada di Pantai Mapak Indah, Kota Mataram tak luput dari intaian.

Ketua Pokdarwis Pantai Mapak Indah H. Mahendra Irawan mengaku dilema dengan fenomena ini.

Semangatnya yang awal ingin melestarikan penyu diwilayah itu mulai goyah, bangunan kokoh tempat penangkaran berulang kali direlokasi imbas ganasnya abrasi.

"Dari data BPN 2006 awalnya disini kan luasnya 30 are, namun khusus di Mapak Indah ada 2 are yang disana berdiri puluhan pelapak dan tempat penangkaran rusak digerus ganasnya abrasi," ucapnya menjawab TribunLombok.com, Minggu (2/7/2023).

Baca juga: Konservasi Penyu di Kawasan Ekosistem Esensial Nipah Sebagai Upaya Menjaga SDA Perairan

Nestapa awal terjadi pada Desember 2022 lalu, badai besar meratakan 20 lapak dan membuat tempat penangkaran penyu rusak. Bahkan kata dia, ada lebih dari 50-an ekor penyu yang tersapu ombak pantai.

Dari 10 kolam penyu yang ia miliki, empat kolam hanyut terbawa gelombang dan tiga kolam kondisinya rusak sedang karena atapnya hilang Sedangkan telur penyu yang bisa diselamatkan sekitar 1.000 butir.

"Makannya sekarang kita sedang relokasi kembali ini bang, kita sejauh ini sudah menghabiskan sekiranya Rp 1 miliar," kata Ketua Yayasan Pecinta Penyu Mapak Indah ini.

Dia menggaris bawahi, kejadian lara hati di Desember 2022 lalu memang imbas bencana, namun jika menilik dari upaya penataan lokasi oleh pemerintah sepenuhnya tidak menyentuh dari awal penerimaan SK sampai dengan saat ini.

"Okelah bencana, bok ya dari awal mataram ini 9 KM bibir pantainya, dan yang potensial dijadikan objek wisata hanya 3 kilo termasuk pantai Mapak Indah, dan penataan yang dilakukan pemkot tidak ada," tudingnya.

Prilaku Pemerintah Kota (Pemkot) mataram yang seolah melepas tangan sangat disayangkannya.

Bahkan pria yang akrab disapa H. Awan itu sudah berukang kali memasukkan proposal bantuan ke Pemkot hingga dengan ke Pemerintah Provinsi untuk membantu pihak pengelola, setidaknya dengan pengadaan talud penahan abrasi.

"Tapi apa sampai sekarang proposal kita mental terus, hanya janji-janji saja yang kita dapat, kita sayangkan masyarakat ini berjuang sendri untuk merawat tempat ini, bahkan saat terjadi bencana kemarin kita juga sendiri merelokasinya," tuturnya.

Padahal kata dia, pihaknya memiliki visi dan misi pariwisata berbasis konservasi edukasi, pemberdayaan ekonomi berbasis kawasan pantai.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved