Berita Komunitas

Belajar Toleransi Beragama di SMAK Kesuma Mataram

Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Kesuma Mataram menjadi salah satu SMA swasta favorit di Kota Mataram.

Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Robbyan Abel Ramdhon
TRIBUNLOMBOK.COM/ROBBY FIRMANSYAH
Siswi SMAK Kesuma Mataram menari sebagai bagian dari pentas teater Cupak Gerantang, Selasa (6/6/2023). 

Laporan wartawan TribunLombok.com Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Kesuma Mataram menjadi salah satu SMA swasta favorit di Kota Mataram.

Ini terbukti dari latar belakang siswanya yang tidak hanya berasal dari agama Katolik saja.

Dari grafik data yang dimiliki SMAK Kesuma Mataram, para siswa bahkan berasal dari semua agama yang diakui di Indonesia.

Kepala SMAK Kesuma Mataram Suster Lerisita Sitohang menyebut sekolahnya sebagai miniatur Indonesia.

Baca juga: SMAK Kesuma Mataram Tampilkan Lakon Cupak Grantang di Pentra 2023

"Jadi di sini Bhineka Tunggal Ika, sekolah ini miniaturnya Indonesia. Jadi lima agama kita pelajari sesuai agama yang dianut siswanya masing-masing," kata Suster Lerisita Sitohang saat ditemui TribunLombok.com, Kamis (8/6/2023).

Lebih lanjut Kepala SMAK Kesuma Mataram mengatakan, meskipun sekolah tersebut memiliki latar belakang agama Katolik, tetapi para gurunya juga berasal dari berbagai agama.

Bahkan kata Suster Lerisita, siswa terbanyak berasal dari Agama Hindu, sehingga jumlah guru Agama Hindu dua orang.

"Walaupun ini sekolah Katholik, bukan hanya guru agama Katholik sebagai guru agama. Jadi siswa itu memperoleh pendidikan agamanya sesuai agamanya masing-masing," jelas Suster Lerisita.

Baca juga: Meraih Banyak Prestasi, Siswa SMAK Kesuma Mataram Ditekankan Nilai Disiplin hingga Mandiri

Selain itu juga, para siswa akan diberikan pembinaan Iman dan Taqwa (Imtaq) setiap hari Jumat sesuai agama mereka.

Tempatnyapun sesuai dengan agama para siswa dan guru yang mengajarnya.

Lebih lanjut Suster Lerisita mengatakan, setiap perayaan hari besar agama, sekolahnya selalu aktif berpartisipasi.

Suster Lerisita memberikan contoh saat perayaan hari raya qurban, pihaknya akan memberikan satu ekor sapi, kemudian saat perayaan nyepi, mereka akan mengikuti pawai ogoh-ogoh.

Sejauh ini persoalan agama di SMAK Kesuma Mataram bukan menjadi masalah.

"Soal perbedaan agama, kami no problemlah di sini. Kegiatan imtaq sesuai agamanya masing-masing," jelas Suster Lerisita.

Sejak bulan Februari lalu, SMAK Kesuma Mataram sudah membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2023.

Kepala SMAK Kesuma Mataram mengajak para orang tua agar memasukkan anaknya di SMAK Kesuma Mataram.

 

Bergabung dengan Grup Telegram TribunLombok.com untuk update informasi terkini: https://t.me/tribunlombok.

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved