Apakah Sah Membayar Zakat Fitrah Melalui Transfer Bank?
Ini hukum membayar zakat via transfer bank atau secara virtual, baik melalui mobile banking, ATM, teller bank menurut ulama
TRIBUNLOMBOK.COM - Simak berikut ini hukum membayar zakat fitrah melalui transfer bank.
Dewasa ini, membayar zakat tak semata melalui pertemuan fisik namun juga acap kali dilakukan memanfaatkan teknologi perbankan.
Apakah boleh membayar zakat dengan transfer bank tanpa bertemu amil zakat atau mustahik?
Dikutip dari laman Bimas Islam, Menurut ulama hukum membayar zakat via transfer bank atau secara virtual, baik melalui mobile banking, ATM, teller bank dan melalui jasa aplikasi lainnya, maka hukumnya boleh dan sah.
Ada dua alasan terkait keabsahan membayar zakat secara virtual.
Pertama, yang dijadikan ukuran dalam pembayaran zakat adalah niat dari orang yang membayar zakat.
Baca juga: Siapa Saja yang Bisa Menerima Zakat Fitrah? Ini Penjelasan Baznas Lengkap dengan Bacaan Niat
Selama orang yang membayar zakat fitrah sudah berniat untuk membayar zakat fitrah, kemudian ia memberikan kepada mustahik atau amil zakat.
Penjelasan ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj berikut:
يَجُوزُ دَفْعُهَا لِمَنْ لَمْ يَعْلَمْ أَنَّهَا زَكَاةٌ؛ لِأَنَّ الْعِبْرَةَ بِنِيَّةِ الْمَالِكِ
“Boleh menyerahkan zakat kepada orang yang tidak tahu bahwa itu sesungguhnya adalah zakat. Hal ini karena yang menjadi ukuran adalah niat dari pemilik zakat.”
Kedua, dalam pembayaran zakat tidak disyaratkan adanya ijab dan qabul atau serah terima secara langsung antara muzakki dan mustahik atau amil zakat.
Yang terpenting dalam zakat adalah menyerahkannya kepada mustahik atau amil zakat. Jika mustahik atau amil zakat sudah menerimanya sehingga terjadi perpindahan kepemilikan, maka hal itu sudah cukup dan pembayaran zakat sudah dinilai sah.
Ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab kitab Tharhu Al-Tatsrib fi Syarh Al-Taqrib berikut:
لَا يُشْتَرَطُ فِي كُلٍّ مِنْ الْهَدِيَّةِ وَالصَّدَقَةِ الْإِيجَابُ وَالْقَبُولُ بِاللَّفْظِ بَلْ يَكْفِي الْقَبْضُ وَتُمْلَكُ بِهِ
“Tidak disyaratkan di dalam pemberian hadiah dan sedekah (zakat) adanya lafadz ijab dan qabul. Akan tetapi yang terpenting dan sudah mencukupi adalah serah terima dan sekaligus terjadinya perpindahan kepemilikan.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/bayar-zakat-fitrah-di-masjid-pusdai-jabar_20230414_181517.jpg)