Pemilu 2024
PKB NTB Makin Pede Hadapi Pemilu 2024, Ini Alasannya
Persiapan matang dilakukan PKB Provinsi NTB sebagai upaya mendekatkan partai dengan lambang bola dunia itu pada target politik.
Penulis: Lalu Helmi | Editor: Sirtupillaili
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) PKB NTB bersama DPW PKB NTB terus menggesa persiapan menghadapi Pemilu 2024.
Persiapan yang matang sebagai upaya mendekatkan partai dengan lambang bola dunia itu pada target politik.
“Alhamdulillah bersama arahan ketua DPW PKB NTB kami saat ini terus melakukan upaya-upaya dalam rangka memperkuat partai menghadapi Pemilu 2024,” kata Ketua LPP PKB NTB H Lalu Sarjana pada Sabtu (25/3/2023).
Diungkapkan pria yang juga Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah itu, bahwasanya kerja-kerja maksimal tengah dilakukan.
Antara lain, memperkuat struktur partai hingga tingkat ranting.
“Satu hal yang penting, penguatan DPRt kita saat ini sudah mencapai angka 80 persen,” terangnya.
Baca juga: Wakil Ketua PKB Menilai Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo Menjalin Kemesraan Semu
Dewan Pengurus Ranting (DPRt) menjadi instrumen yang sangat penting dalam kerja-kerja pemenangan.
Merekalah yang akan langsung bersentuhan dan mengajak langsung memilih PKB. DPRt adalah kepengurusan di tingkat desa-desa.
Progres kepengurusan yang nyaris lengkap, menggambarkan kesiapan PKB melaksanakan kerja-kerja elektoral Pemilu 2024.
“Kami akan upayakan agar DPRt bisa 100 persen,” tegasnya.
Begitu pula kepengurusan di tingkat Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) atau kepengurusan di tingkat kecamatan.
Sampai kepengurusan di tingkat Dewan Pengurus Cabang (DPC) yakni kepengurusan untuk kabupaten/kota. Semuanya ditargetkan dapat terisi 100 persen.
“Sedangkan untuk Bacaleg, saat ini sudah terekrut sekitar 80 persen, ada beberapa yang memang berstatus BMS (Belum Memenuhi Syarat), tapi seiring proses kami yakin semua dapat terselesaikan dengan baik,” paparnya.
Sementara itu, pelaksaan Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK), dilakukan secara bertahap. Sejauh ini yang telah melakukan UKK beberapa daerah.
“Di Lombok Barat dan Kota (Mataram) antusiasmenya luar biasa,” jelasnya.
Begitu juga yang sudah terlaksana di Lombok Tengah. Sedangkan untuk UKK Bacaleg Provinsi NTB rencananya dilaksanakan bulan depan.
“Pada 5-6 April nanti,” jelasnya.
Dikatakan Sarjana bahwa kegiatan UKK ini sangat penting dan strategis dalam mempersiapkan materi figur yang siap tarung dan berpeluang besar memenangkan perebutan kursi.
“Seperti yang telah disampaikan, tim penguji ada yang dari internal dan eksternal,” terangnya.
Selanjutnya terkait target di Pemilu 2024, sesuai arahan Ketua DPW PKB NTB, Sarjana mengatakan realisasinya sangat dipengaruhi kelengkapan struktur pengurus hingga ranting. Kepengurusan nantinya akan berkolaborasi dengan LPP dan Lembaga Saksi Pemenangan (LSP).
“Struktur (LPP dan LSP) juga ada di kabupaten, kecamatan, hingga desa,” jelasnya.
Proses pengawalan suara PKB saat pemilu nanti sangat penting. Menghindari suara pemilih PKB tercecer atau tercurangi.
Oleh karenanya, rekrutmen saksi menjadi sangat fundamental dalam hal melaksanakan tugas pengawalan suara PKB.
“Ada trik tersendiri merekrut saksi di masing-masing TPS,” paparnya.
Sesuai arahan DPP, semua TPS diwajibkan memiliki saksi. Jika semua kebutuhan itu mampu dipenuhi, Sarjana optimis target provinsi meraih 8-9 kursi dapat diwujudkan.
“Karena kami melihat peluangnya ada,” ujarnya.
Sarjana kemudian memetakan daerah yang berpeluang diisi antara lain, Dapil 1 Kota Mataram yang dalam pemilu sebelumnya PKB belum beruntung mengirim wakilnya.
Selanjutnya di Dapil 2 Lombok Barat (Lobar)- Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang ditargetkan meriah 2 kursi. Pada pemilu 2019 lalu, PKB sukses mengamankan satu kursi di Dapil ini.
“Kita berharap di Dapil 2 Lobar-KLU, bis sudah kursi,” paparnya.
Disinggung mengenai peta persaingan partai politik di NTB, Sarjana tetap optimis PKB dapat keluar menjadi salah satu partai papan atas di NTB.
Sekalipun beberapa pentolan partai merupakan tokoh NTB. Antara lain Perindo dengan TGB HM Zainul Majdi hingga Gelora dengan Fahri Hamzah.
“Siapapun pesaingnya kami siap tarung. Jadi kenapa kami melakukan (UKK) ini, karena kami tidak ingin asal comot mengisi Caleg kami. Kami benar-benar selektif mencari yang terbaik agar siap bersaing berebut kursi,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua DPW PKB NTB HL Hadrian Irfani menyampaikan performa PKB secara nasional berdasarkan survei internal menunjukkan progres meyakinkan.
Oleh karenanya seluruh pengurus, kader, hingga Bacaleg diinstruksikan berkolaborasi menjaga tren positif itu hingga pemilu 2024.
“Hasil survei SMRC (yang menjadi konsultan politik PKB, Red) menempatkan PKB pada hasil survei minggu pertama bulan Maret 2023 berada pada posisi tiga besar,” ungkapnya.
Capaian ini adalah penyemangat bagi kader dan pengurus. Menjaga performa agar capaian saat ini terus terjaga hingga pemilu 2024 nanti.
“Sekalipun ini angka-angka namun penyemangat dan motivasi kita,” terangnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Sarjana-PKB.jpg)