Kamis, 4 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Mori Hanafi Bakal Disidang Majelis Kehormatan DPP Gerindra Imbas Sebut Partainya 'Baperan'

Mori Hanafi terlihat ikut hadir saat Bakal Calon Presiden (Bacapres) Partai NasDem Anies Baswedan tiba di Bandara Lombok

Tayang:
Penulis: Lalu Helmi | Editor: Wahyu Widiyantoro
ISTIMEWA
Mori Hanafi (kiri) saat ikut menyambut Bacapres Partai NasDem Anies Baswedan di Bandara Lombok pada Senin (30/1/2023). Majelis Kehormatan DPP Partai Gerindra melayangkan surat pemanggilan kepada kadernya di NTB Mori Hanafi. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Lalu Helmi

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Majelis Kehormatan DPP Partai Gerindra melayangkan surat pemanggilan kepada kadernya di NTB Mori Hanafi.

Dalam surat majelis kerhormatan dengan 01-010/A/MK-GERINDRA/2023 itu secara eksplisit menyebutkan alasan Mori Hanafi dipanggil.

Poin pertama, dalam surat itu menyebutkan bahwa merujuk kepada berita yang viral di media massa terkait pernyataan Mori Hanafi yang sebut partainya "baperan" soal pertemuannya dengan Anies Baswedan.

Maka, sesuai hal tersebut di atas, dalam rangka sidang pemeriksaan, DPP memanggil Mori Hanafi untuk hadir dengan membawa saksi dan bukti pada sidang majelis kehormatan.

Menurut jadwal yang tertera dalam surat tersebut, Mori Hanafi diagendakan menjalani sidang pada esok hari, Jumat 3 Februari 2023 di Kantor DPP Partai Gerindra.

Baca juga: Partai Gerindra Bakal Pecat Mori Hanafi karena Ikut Sambut Anies Baswedan di Bandara Lombok

"Mengingat pentingnya acara tersebut, dimohon berkenan hadir dan tidak diwakilkan," tertulis pada surat yang ditandatangani Ketua Majelis Kehormatan DPP Partai Gerindra Dr Habiburrokhman.

Terpisah, Mori Hanafi yang dikonfirmasi perihal ini belum mengetahui apakah dirinya akan hadir atau tidak.

Pasalnya, saat ini dirinya tengah fokus mempersiapkan agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB dalam kapasitasnya sebagai Ketua KONI NTB.

Porprov NTB 2023 dimulai 18 Februari mendatang.

"Saya belum tahu bisa datang atau tidak, karena dadakan juga. Masih sibuk persiapan Porprov," katanya.

"Suratnya biasa aja kan minta penjelasan aja," imbuhnya.

Mori Hanafi mengaku surat pemanggilan tersebut bagus dalam konteks hubungan partai dengan kadernya.

"Sikap saya biasa saja, namanya klarifikasi kan. Tentu bagus ada klarifikasi ini," bebernya.

Sebelumnya, Mori Hanafi terlihat ikut hadir di Bandara Lombok saat kedatangan Bakal Calon Presiden (Bacapres) Partai NasDem Anies Baswedan Senin (30/1/2023) lalu.

Sikap yang ditunjukkan Mori Hanafi dinilai menunjukkan etika politik yang tidak baik dalam berpartai.

Sementara pada sisi lain, Partai Gerindra sepakat mengusung dan mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai Capres 2024.

“Mengenai keputusan bahwa saya akan dipecat, itu tidak apa-apa. Santai saja, mengapa orang Partai Gerindra terkesan baperan (berlebihan, red) ya?,” ungkap Mori.

Mori menegaskan, pertemuannya dengan Anies Baswedan hanya kebetulan.

Saat bertemu dengan Anies Baswedan, ia baru saja tiba di Lombok dan akan melanjutkan perjalanan menuju Bima.

Di Bima, Mori akan mengurus permasalahan Porprov NTB yang diselenggarakan KONI NTB.

“Pada saat proses transit, saya kemudian bertemu dengan Anies Baswedan. Pertemuan dengan Anies Baswedan merupakan basa-basi, tidak ada yang spesial. Saya hanya sekadar bersalaman dengannya,” jelas Mori.

 

Menurut Mori, sanksi yang akan segera diberikan Partai Gerindra tidak akan menghambat karier politiknya.

Sebab, banyak partai politik yang ingin menarik Mori.

“Pun ketika ingin kembali menjabat sebagai anggota DPRD NTB, saya tidak terlalu perlu memikirkan strategi kampanye. Sebab, kesempatan masih terbuka lebar,” pungkas Mori.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved